TAMAN IMPIAN JAYA ANCOL (TIJA) DIDUGA MENYALAHI ATURAN TENTANG PANTAI PUBLIK

JAKARTA –  Komunitas Masyarakat Jakarta Utara yang menamakan dirinya Gerakan Rakyat Jakarta Utara (GRJU) melakukan aksi damai hari ini, terkait manajemen Taman Impian Jaya Ancol (TIJA) yang diduga menyalahi aturan, tidak membuka pantai untuk publik, khususnya untuk warga Jakarta Utara.( 14/9/’17).

Puluhan orang peserta aksi Gerakan Rakyat Jakarta Utara (GRJU), juga meminta kepada pihak manajemen pengelola Ancol, agar memprioritaskan warga Jakarta Utara dalam pemberdayaan ketenaga – kerjaan, serta menghentikan prosesi “Reklamasi Pantai Ancol”, yang melanggar peraturan perundangan.

“Ancol harus melestarikan budaya lokal yang ada di Jakarta Utara serta melaksanakan Perda no.4 th 2015, dan Pergub 229 th 2016, dimana terkait ornamen Budaya Lokal dan seni budaya asli Jakarta Utara”. Tutur Jamran.

Menurut Jamran, adanya Apartemen dan hunian tinggal di wilayah pantai Ancol tersebut, tidak sesuai dengan konsep pariwisata pantai terbuka publik.

FKDM Kecamatan Pademangan menambahkan meminta agar secepatnya Direktur Utama Ancol di ganti, karena tidak kredibel dan proporsional, Tegas Kadir lado, dam selanjutnya agar pihak Ancol meminta maaf kepada masyarakat Jakarta Utara terkait pantai terbuka publik, khususnya kepada warga Pademangan.

Rica, menjabat sebagai Hubungan masyarakat (Humas) mengatakan, “demo hari ini sudah kita tanggapi dan kita fasilitasi dengan berdialog bersama pendemo, akan tetapi hasil pertemuan belum bisa diputuskan hari ini, hasil diskusi akan kami bawa ke manajemen Ancol guna membahas lebih lanjut, dam meminta agar para pendemo bersabar sampai tujuh hari kedepan, pungkas Rica”.(***).

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *