Tak Ada Donatur, Penderita Hedrocefalus Di Gumukmas Luput Dari Pengobatan

( POSTKOTAPONTIANAK.COM)

Rama. Anak usia 6 tahun ini menderita pembesaran kepala atau yang dikenal dengan sebutan Hedrocefalus
Rama. Anak usia 6 tahun ini menderita pembesaran kepala atau yang dikenal dengan sebutan Hedrocefalus

JEMBER-Keterbatasan biaya membuat masyarakat tidak mampu berobat secara medis, meski penyakit yang dideritanya tergolong berbahaya. Kondisi inilah yang terjadi pada keluarga Rama. Anak usia 6 tahun ini menderita pembesaran kepala atau yang dikenal dengan sebutan Hedrocefalus.

Semenjak lahir, Rama terpaksa harus berperang melawan sakit sambil tergolek lemah di atas tempat tidur. Dia dirawat oleh Kakeknya, Senari (65) serta Neneknya, Janipah (60), yang bertempat tinggal di Dusun Karang anyar, Desa Bendorejo, Kecamatan Gumukmas, Jember.

Mereka hanya bekerja sebagai buruh tani. Jika musim panen tiba, keduanya juga mengais sisa-sisa padi yang oleh warga setempat disebut “ngasak”, untuk mencari tambahan penghasilan.

Menurut Janipah, cucunya tersebut sebenarnya sudah dicarikan obat kemana-mana. Namun karena keterbatasan uang, ia hanya mengobati cucunya itu melalui seorang Paranormal. Sehingga bukan kesembuhan yang didapat, kepala cucu semata wayangnya bahkan semakin membesar, “pernah saya obatkan ke dukun (paranormal-red), sebab kami tak punya cukup uang untuk berobat kerumah sakit,” kata Janipah sembari meneteskan air mata, Senin (16/03/2015).

Saat ini, kedua manula itu hanya pasrah dengan kondisi cucunya itu. Sebab kedua orang tua bocah malang tersebut telah pisah ranjang. Sang ibu konon ada di pulau dewata bali, sedang ayahnya tidak ada yang tahu keberadaannya hingga kini. “jadi keseharian bocah tersebut hanya bersama kakek dan neneknya. Saya sering kasihan melihat nasib anak itu,” ujar salah seorang tetangga yang enggan menyebut namanya.

Kini, dua orang renta itupun hanya bisa berharap, ada kejaiban tuhan yang datang melalui tangan-tangan dermawan yang iklas membantu penyembuhan penyakit cucu kesayangannya tersebut. Sembari terus bekerja mengumpulkan uang, saban malam Kakek dan Nenek tua itu tak luput berdo’a, semoga Tuhan membantu meringankan bebannya. Dan semoga cucunya tak melulu hanya diobati dengan tetesan air mata. (Ulum/Mahrus)/SJP.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *