Tahap Awal Pemkab Landak Cetak 12 000 Lembar Kartu Indentitas Anak (KIA)

( Sosialisasi Kartu Idetitas Anak (KIA), di aula Kantor Bupati Kabupaten Landak, dihadiri para Camat dan Kades se Kabupaten Landak./dan )

 

POSTKOTAPONTIANAK.COM

(NGABANG)-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Landak melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdikcapil), Selasa (29/8/2017) secara simbolis melaunching Kartu Identitas Anak (KIA), ditandai dengan penyerahan secara simbolis KIA kepada perwakilan empat orang anak oleh Bupati Landak, Karolin Margret Natasa bertempat di kawasan Taman Kota intan Ngabang. Kegiatan launching dilanjutkan dengan sosialisasi kepada para Camat dan Kades se Kabupaten Landak di aula Kantor Bupati Landak. ” Untuk tahap awal akan di cetak 12 000 lembar KIA, yang disebarkan di lingkungan kota Ngabang, ” ucap Kadis Dukcapil, Yohanes Meter.

Bupati Karolin Margret Natasa mengatakan, KIA bertujuan untuk mempersiapkan generasi penerus yang sebaik-baiknya. “Makanya Pemerintah melaunchingkan KIA ini. Tidak cukup dengan hanya akte kelahiran, tapi sekarang ada KIA,” ujar Karolin.

Dikatakannya, KIA tersebut digunakan supaya Pemerintah memiliki basis data yang akurat. “Dengan demikian perencanaan pembangunan sesuai dengan kebutuhan. Itu sebenar tujuannya,” kata bupati.

Selain itu lanjutnya, dibalik KIA tersebut ada hak anak dan ada pengakuan negara terhadap anak. “Jadi, jangan lalai untuk mengurus KIA. Kalau anak-anak memiliki KIA, berarti anak-anak kita terdaftar sebagai anak Indonesia dan memiliki hak-hak yang harus dipenuhi oleh negara sebagai anak Indonesia. Dengan demikian jangan dianggap remeh kartu kecil ini. Sebab kartu itu akan menentukan perencanaan pembangunan dimasa yang akan datang. Makanya kita mulai sukseskan program pusat tersebut. Target pertama tentu anak-anak yang ada diseputaran Ngabang dulu,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Disdukcapil Landak, Yohanes Meter menegaskan, KIA itu bertujuan untuk perlindungan anak. “Di dalam UU No. 24 tahun 2013 tentang Kependudukan sudah mengamanatkan bahwa kita harus memberikan hak perlindungan kepada anak. Salah satu hak perlindungan anak itu yakni, memberikan identitas kepada anak melalui KIA,” jelasnya.

Dikatakan Yohanes, program KIA inipun ditindaklanjuti dengan Permendagri No. 2 tahun 2016. “Di dalam Permendagri itu mengamanatkan bahwa kita harus segera menerbitkan KIA. Selain KIA ini dipergunakan untuk perlindungan anak dan identitas anak. KIA inipun bisa digunakan untuk keperluan anak-anak seperti membuat pasport, menabung dan urusan lainnya,” terang Yohanes.

Sedangkan syarat membuat KIA terang Yohanes lagi, anak tercatat dalam data kependudukan seperti Kartu Keluarga (KK). “Setelah itu anak tersebut diwajibkan untuk membuat akta lahir. KIA ini diperuntukan bagi anak umur 0 sampai 17 tahun kurang satu hari. Itupun kita pilah lagi. Anak yang umur 0 sampai 5 tahun tanpa pas foto. Kalau anak lima tahun keatas tetap kita wajibkan pas foto ukuran 2 x 3,” katanya.
Ia juga mengatakan, masyarakat tidak perlu repot-repot untuk membuat KIA. “Cukup hanya membawa KK dan Akte Lahir saja. Kepengurasannyapun bisa dititipkan kepada orang lain. Kita juga melakukan sosialisasi kepada para Camat dan Kades, termasuk Kepala Sekolah (Kepsek) terutama SD dan SMP,” terangnya.(dan)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *