Surat Pengukuhan Disdik Disoal

 

Diduga Oknum Kepsek Lakukan Penggelapan Lahan

DEPOK ! POSTKOTAPONTIANAK.COM -Terbitnya surat pengukuhan dari Dinas Pendidikan Kota Depok, bernomor.421.2/117-Disdik, Tertanggal 30 Juni Tahun 2015, menjadikan kekisruhan di dalam pengurusan Yayasan Tunas Harapan Nusa menjalankan roda pendidikan TK/PAUD di Depok. Sehingga Kepala Sekolah Dasar Negeri berinisial, DY diduga sebagai otak dalam permasalahan ini. Sebab diduga juga DY telah menggelapkan lahan seluas 750 meter persegi, milik Yayasan Tunas Harapan Nusa serta dana sumbangan selama lima tahun dari Dinas Pendidikan Kota Depok tidak pernah dilaporkan kepada Yayasan.

“Pasalnya, dari pihak Yayasan tidak pernah mengajukan surat permohon tentang perpanjangan izin operasi TK Tunas Harapan. Namun ternyata ketika itu keluarlah surat tentang pengukuhan Nomor 421.2/117-Disdik/2015, yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Herry Pansila, M.Sc,” ungkap Ketua pengurus Yayasan Tunas Harapan Nusa Kota Depok, Ary Kadarisman (65) didampingi Ketua I .Yudhi Raisal, kepada wartawan Minggu (13/11/2016), di Depok.

Ary menceritakan, bahwa ketika pihak Yayasan konfirmasi kepada Kepala Seksi yang membidangi TK/Paud Dinas Pendidikan Kota Depok, Nur, prihal masalah tersebut. Namun Nur menyatakan, bahwa tanah sekolah TK Tunas Harapaan Nusa adalah fasum/fasos serta kepemilikan Yayasan Tunas Nusa itu, ada dua pemiliknya.

“Jadi Nur mentatakan, bahwa dua kepemilikan itu yakni, pertama adalah Yayasan Tunas Harapan Nusa. Kedua adalah atas nama Sopiah dari Perib DKI,” ucapnya.

Ary mempertanyakan, bahwa yang berhak dan yang sah sebagai pemilik sebidang tanah dengan No Sertifikat 5464. Sementara Sopiah yang mengatas namakan Perib bukanlah pemilik Yayasan dan namanya tidak pernah ada didalam akte pendirian Yayasan manapun akte perubahan. Sementara Sopiah yang mengatas namakan Perib tidak memiliki data apapun yang menunjukan kepemilikannya atas nama Yayasan Tunas Harapan Nusa beserta aset-asetnya.

“Jadi ada apa ini, diduga juga ada konsfirasi dibalik semua ini. Sebab atas dasar apa Kasie TK/Paud Dinas Pendidikan, Nur bisa menyatakan ada dua kepemilikan.

Ary menjelaskan, bahwa pihak dari pengurus Yayasan Tunas Harapan Nusa, merasa telah dibohongi oleh DY. Maka dari itu pihaknyapun sudah melaporkan DY kepada ke Polresta Depok dengan tuduhan dugaan penggelapan hak atas barang tidak bergerak.

“Benar, kami sudah membuat laporan kepada Polreta Depok, dan ada tanda terima dari Kepolisian dengan No Pol STPLP/2517/K/IX/2016/PMJ/Resta Depok. Dengan dugaan Pasal 385 KUHP. Dengan modus operandinya, pelaku menyewakan tanah Yayasan kepada pihak lain tanpa sepengetahuan pemilik,” jelasnya.(Faldi/Sudrajat) // Foto : Said/Postkotapontianak.com//

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *