Sudah Overload, Ijin Usaha Mini Market di Hentikan

Mohammad Idris : Antisipasi Menjamurnya Usaha Mini Market

Surat pemberhentian sementara izin usaha mini market./ faldi
Surat pemberhentian sementara izin usaha mini market./ faldi

POSTKOTAPONTIANAK.COM ! DEPOK – Karena dianggap keberadaan minimarket di Depok sudah overload, maka perlunya pencegahan dampak negatif serta persaingan yang tidak sehat sehingga diperlukan penataan ulang mini market tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Depok Mohammad Idris mengungkapkan, bahwa pihak Pemkot telah mengeluarkan surat penghentian sementara ijin usaha mini market.
“Dalam suratnya tertuang, Instruksi Wali Kota Depok Nomor 1 Tahun 2016. Isi surat tersebut bertujuan untuk mengantisipasi menjamurnya usaha mini market yang sudah merambah ke wilayah-wilayah pemukiman,” ungkapnya kepada wartawan, Rabu (20/7/2016), di Balaikota.
Dia menerangkan, bahwa upaya penghentian sementara ijin usaha mini market yang mulai berlaku 30 Juni 2016. Surat tersebut ditujukan ke dinas terkait yakni Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPM2T) dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).
“Artinya, kepada dinas terkait untuk sementara tidak mengeluarkan ijin dan rekomendasi usaha mini market hingga keluarnya kajian mendalam keberadaan mini market yang tersebar di Kota Depok. Kajian mendalam tersebut, mengenai kajian tata cara, kebutuhan dan lokasi,” terang orang nomor satu di Kota Depok itu.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Depok Agus Suherman mengungkapkan, karena keberadaan minimarket di Depok itu dianggap sudah overload bahkan perlu ditata ulang, maka dari itu Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akan lebih selektif dalam memberikan pertimbangan terhadap pendirian minimarket baru.
“Artinya, ini sesuai dengan Perda yang ada, jadi penyelektifan tersebut khususnya bagi wilayah-wilayah yang sudah dianggap overload dalam kuotanya. Seperti diwilayah atau kecamatan yang keberadaan minimarketnya sudah melebihi batas maksimal,” ungkapnya
Agus menambahkan, bahwa diwilayah kecamatan yang sudah overload kuota minimarket tersebut, diantaranya Kecamatan Sukmajaya, Kecamatan Beji, dan Kecamatan Sukmajaya. Ketiga Kecamatan tersebut keberadaan minimarket sudah cukup banyak dan sesuai dengan perhitungan jumlah penduduk 1:5000. Di mana setiap 5000 penduduk ada 1 minimarket.
“Jadi keberadaan minimarket tidak terlalu meluber di Kota Depok. Maka kami lakukannya lebih selektif dalam memberikan pertimbangan terhadap pendirian minimarket baru, agar semuanya tercipta keseimbangan. Sebab minimarket dan usaha warung harus bisa jalan beriringan, bahkan pemilik usaha kecil tersebut pun harus dilindungi oleh Pemerintah,” ujarnya.(Faldi/Sudrajat)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *