STKIP PATA Ngabang Utamakan Kwalitas

DR Drs. Adrianus Asia Sidot, M.Si. / dan
DR Drs. Adrianus Asia Sidot, M.Si. / dan

NGABANG ! POSTKOTAPONTIANAK.COM – Ketua Yayasan Landak Bersatu DR. Drs. Adrianus Asis Sidot, M.Si,
berkeinginan, angkatan pertama STKIP Pamane Talino (Pata) Ngabang bisa cepat lulus dan bisa menjadi branding STKIP. Malah Adrianus secara tegas menyatakan, jangan sampai ada mahasiswa menjiplak, atau mencontoh skripsi orang lain, atau karya orang lain.  Bila itu dilakukan mahasiswa dan mahasiswi, akan berakibat fatal bagi kampus tersebut. Demikian Adrianus Asia Sidot, mengatakan, Jum’at pekan lalu, di rumah dinas Bupati Landak.

Lanjutnya, “Kita sudah tau banyak, ada kampus yang tutup gara-gara itu. Saya tidak mau gara-gara ingin cepat  lulus, lembaga menjadi korban, saya tidak mau itu,” kata Ketua Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) Kalimantan Barat. Dan katanya, jangan selalu menyalahkan lembaga, lembaga sudah kerja keras untuk membesarkan STKIP Pata Ngabang.

“Dosen pembimbing sudah memberikan waktu dan ruang supaya mahasiswa dan mahasiswinya untuk bisa menyelesaikan skripsi, dari satu bulan, sampai dua bulan, sampai tiga bulan dan seterusnya, untuk memperbaiki. Jadi,

disitulah letak masalahnya, bukan semata-mata menyalahkan  dosen dan lembaga. Saya ingin masyarakat melihat masalah ini secara objektif, ini saya lihat berat sebelah. Sentimen-sentimen pribadi atau pak Heri atau dosen lain lalu dikaitkan secara pribadi dan  dibawa secara lembaga,” bebernya.

Malah, kata Adrianus, jika mau jujur ia sudah berdarah-darah, membangun STKIP ini  mulai dari awal, jika mau dihitung secara materi, jangan dihitung, malah Adrianus merelakan hal itu demi kemajuan Pendidikan Kabupaten Landak, dan mendekatkan lembaga ini dengan masyarakat. Celakanya, masyarakatnya tidak bisa menghargai.
Malah, ada masyarakat datang ke Bupati, meminta bantuan melanjutkan kuliahnya di luar Kalbar, orang tuanya tidak mampu. Ketika ditanya, orang tuanya, si anak  mau kuliah di Jogjakarta, tidak mau di Kalbar.

“Ini artinya hanya mau memuaskan sifat pribadi, tidak mau mengukur kemampuan orang tua. Makanya, dibangun STKIP agar bisa menampung keinginan masyarakat kita untuk kuliah di Kabupaten Landak,” kata Bupati Landak ini.

Untuk rekrut dosen, lanjut Adrianus, ia tidak main-main, sesuai dengan aturan UU tentang Dosen dan UU Pendidikan, dan sudah mencari ke berbagai daerah dalam Kalbar  dan luar Kalbar, khususnya  Dosen Dayak
(Dosen Orang Dayak)tidak ada. “Mana dosen dari orang Dayak, mau melamar saja IPKnya 1,20, 2,00, 2,40 apa bisa jadi dosen.  Bila tidak diterima mulai macam-macam di Medsos,” bebernya.

Adrianus juga sangat menyangkan sikap dari tokoh-tokoh Landak, seperti Ketua Dewan Pendidikan Landak, Yosef Kilim. Dimana dinilai sangat rasis, mengapa Dosen STKIP Pata semuanya orang jawa?  “Kalau mau jujur yang saya utamakan itu adalah dosen dari Dayak. Tapi sekali lagi pertanyaanya mana, lulus IPK 3,50 saya tetapkan tidak ada.
Malah diturunkan IPK 3,00 juga tidak ada, diturunkan lagi IPK 2,75  tetap masih tidak ada,” tegas

Adrianus.Disinggung soal ijin STKIP Pata Ngabang,? Adrianus menyatakan kembali tidak ada yang salah, semua ijin sudah lengkap, malah STKIP Pata Ngabang mendapat akreditasi c. “Kita masuk ke Korpertis 11 Banjarmasin
kita sah dan tidak ada illegal,” kata Adrianus. Makanya, kedepan Adrianus akan berusaha menaikkan status menjadi
akreditasi b, memenuhi ratio dosen dan mahasiswa.

“Mungkin ada yang bertanya mengapa dosen banyak Muslim. Ya, itu tadi saya hanya dapat satu dosen, Anton.  Saya tidak ingin kita bicara soal suku, agama, pendidikan ini adalah universal. Alangkah piciknya kalau dosen di STKIP Pata Ngabang dosenya harus orang Dayak, itu pikiran yang sempit, ini adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),”katanya. (dan)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *