Staf Diknas Undurkan Diri Dari PNS

POSTKOTA PONTIANAK.COM, JEMBER-Aksi dan langkah cukup nekad dilakukan oleh Maria, Staf Subbag Sarana Prasarana di lingkungan Dinas Pendidikan (Diknas) Kabupaten Jember.

Pasalnya, mantan Lurah di Sumbersari ini, kemarin nekat mengirimkan surat pengunduran diri sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember.

Maria.(SJP)
Maria.(SJP)

Dirinya seperti ditulis suarajatimpost mengaku sudah bosan menjadi PNS. Namun, Maria tidak menampik jika banyak pihak yang sangat menginginkan sosoknya untuk memperbaiki Jember dengan maju Pilkada Jember mendatang.

Maria kemarin keluar dari ruang BKD sekitar pukul 13.00 WIB. Saat ditemui sejumlah media kemarin, dirinya menuturkan baru saja menyerahkan surat pengunduran dirinya dari PNS di lingkungan Pemkab Jember.

Maria menuturkan jika alasan utama mengundurkan diri karena sudah capek menjadi PNS.

“Saya sudah mau mengundurkan diri sejak 2007 lalu, tetapi masih banyak yang menghadang langkah saya ini, mungkin ini sudah takdir kali ini,” papar Maria saat ditemui di luar BKD kemarin siang.

Dia mengatakan di sisa jabatan yang kurang lima tahun itu dirinya ingin bebas dan bersantai menikmati masa tua. Dirinya mengaku tidak ada paksaan dari pihak manapoun untuk mengundurkan diri itu. “Ingin jadi swasta saja jadi pengusaha, sehingga bisa bebas,” ujar Maria menambahkan.

Namun banyak isu yang beredar jika niat mengundurkan diri tersebut karena Maria hendak maju menjadi calon bupati dalam pilkada akhir tahun mendatang. Saat dikonfirmasi masalah tersebut, Maria tidak menolak dan tidak mengiyakan.

“ Tapi memang ada banyak pihak yang meminta,” katanya malu-malu. Baik itu dari golongan guru, komunitas juga dari sejumlah kyai di Jember yang mengehndaki dirinya untuk ikut dalam pertarungan menduduki kursi P1 itu. Meskipun begitu, dirinya tidak serta mera mengiyakan karena takut malah membuatnya terperosok.

“Masih banyak calon lain yang layak daripada saya,” tutur Maria. Namun, bukan berarti menutup kemungkinan tersebut, jika memang sudah kehendak. Apalagi, dirinya sebagai warga Jember  yang ingin berubah, tentu akan merelakandiri jika memang dicalonkan. Yang jelas, untuk perubahan itu diperlukan sinergi dari masyarakat bawah dan atas untuk bisa mewujudkan Maria menjadi calon bupati.

“ Jika tidak ada sinergi tidak bisa,” jelas Maria. Dirinya pun kemarin belum memastikan akan maju melalui jalur partai atau independen, karena memang belum memutuskan maju atau tidak. Namun paling tidak jika memang dikehendaki dirinya akan maju.

Yang jelas, calon yang maju tersebut memang harus bisa tulus ikhlas berjuang demi mewujudkan kesejahteraan seluruh masyarakat Jember.

“Jangan main-main dan betul-betul memilih yang terbaiki,” pungkas Maria. Diharapkan masyarakat tidak berbicara uang karena ini sangat menyesatkan masyarakat. Dirinya berharap masyarakat memilih sosok yang memiliki Integritas dan kredibilitas untuk memperbaiki Jember. (dik/Mam)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *