Solmadapar Tuntut Aparat Seret Dalang Utama Kasus Pupuk Dinas Pertanian dan Hortikultura Kalbar

PONTIANAK   ! POSTKOTAPONTIANAK.COM– Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa dan Pemuda Pengemban Amanat Rakyat (Solmadapar) menggelar aksi damai dan melakukan pembakaran ban di Bundaran Digulis Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, dalam aksinya mahasiswa menyuarakan agar pihak penegak hukum menindak tegas kasus korupsi pupuk di Instansi Dinas Pertanian dan Hortikultura Kalimantan Barat.

Tidak transparannya penanganan kasus korupsi di Dinas Pertanian dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat, menggambarkan bukti lemahnya penegakan hukum diwilayah Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, pasalnya hanya segelintir pelaku yang kini mendekam di hotel prodeo.

“Jelas dalam kasus pupuk Dinas Pertanian dan Hortikultura Provinsi Kalbar, menjadi bentuk penghinaan bagi petani di Kalimantan Barat dan instansi yang seharusnya mengayomi petani, justru melakukan tindak pidana korupsi yang mana seharusnya pupuk tersebut didistribusikan kepada petani malah di rampok oleh pejabat pembuat komitmen (PPK) kongkalikong antara pemegang kuasa dan pemilik modal yang mengarah petani terkait pembakaran lahan demi menutupi kepentingan yang besar dari pemerintah dan perusahaan,  ” kata Dayat, Korlap Solmadapar dalam aksinya, Sabtu (24/9/16).

Disini kita tidak hanya meminta aparat penegak hukum, lanjut Dayat mengatakan agar tidak tebang pilih dalam menyelesaikan kasus pupuk, namun kita juga meminta agar pemerintah lebih memikirkan kesejahteraan petani Kalbar, selain itu pemerintah jangan menjadikan petani sebagai kambing hitam untuk kepentingan oknum yang lebih besar

“Saya rasa dengan kita merujuk pada beberapa permasalahan sektor pertanian sebagaimana di atas tentu kita semua harus semakin berhati-hati sebab jika masalah tersebut tidak segera diatasi bisa jadi 5 hingga 10 tahun ke depan sektor pertanian di Kalimantan Barat tidak akan bisa lagi memenuhi kebutuhan pangan bagi seluruh masyarakat Kalimantan Barat sehingga bukan tidak mungkin krisis pangan justru terjadi, ” cerca Dayat. */ (and./abe)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *