Sidang Perdana Sengketa Pemilu Ditunda

Kubu Yansen Akun Efendy mengajukan gugatan kepada Panwaslu Sekadau tentang keputusan KPU yang mengugurkannya sebagai kandidat peserta pilkada 2015. Sidang perdana tanggal 1 September 2015 ditunda satu hari setelah Panwaslu mengabulkan permintaan tunda KPU Sekadau.

SEKADAU ! POSTKOTAPONTIANAK.COM-Selasa (1/9/2015) pagi sekira pukul 10.00 WIB, di aula Mapolres Sekadau sudah hadir lima

Sidang Sengketa Pemilu Kada./ms
Sidang Sengketa Pemilu Kada./ms

komisioner KPU Sekadau beserta sejumlah staf KPU. Sekitar 30 menit kemudian, giliran pasangan bakal calon (balon) kepala daerah kabupaten Sekadau, Yansen Akun Efendy dan H. Saharudin menyusul tiba.

Pasangan ini juga didampingi tim pemenangan dan simpatisan fanatiknya. Ada agenda penting yang harus mereka hadiri.

Agenda itu adalah musyawarah sengketa pemilukada antara kubu Yansen-Sahar dengan KPU Sekadau. Sengketa muncul setelah kubu Yansen sebagai pihak pemohon mengajukan gugatan ke Panitia Pengawas Penilihan (Panwaslih) Kabupaten Sekadau.

Gugatan tersebut diajukan menyusul terbitnya keputusan KPU Sekadau tentang penetapan pasangan calon yang lolos sebagai peserta pemilukada 2015.

Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sekadau lewat surat keputusan nomor 74/kpts/kpu-kab/019.435718/2015 tentang penetapan pasangan calon peserta pemilihan bupati dan wakil bupati sekadau tahun 2015 menetapkan pasangan yang lolos sebagai peserta pemilu adalah Simson-Paulus Subarno, Rupinus-Aloysius dan Pensong-Kristian Amon.

Sementara, nama Yansen-Saharudin tidak tertera dalam SK tersebut. KPU berargumen LHKPN milik H Saharudin dianggap tidak memenuhi syarat dan kemudian menjadi pertimbangan KPU untuk tidak meloloskan pasangan yang diusung PAN-Golkar ini.

Berkas gugatan Yansen disampaikan ke Panwaslih Sekadau pada tanggal 26 Agustus lalu. Memiliki kewenangan untuk menyelesaikan sengketa pemilukada, Panwaslih kemudian menjadi hakim diantara dua kubu yang berselisih. Adapun Penyelesaian sengketa pemilu sendiri dijadwalkan hanya 12 hari kalender.

Hari pertama musyawarah dilangsungkan, Tiga (3) anggota Panwaslu yakni M. Oktavianus, Stefanus dan Niko Bohot menjadi pimpinan musyawarah.

Sementara kubu Yansen sebagai pemohon dan KPU Sekadau sebagai termohon duduk saling berhadapan.

Panwaslu memberikan kesempatan kepada masing-masing pihak untuk menyampaikan argumentasinya. Yansen yang pertama kali diberikan kesempatan, mengungkapkan pihaknya menggugat keputusan KPU Sekadau karena dianggap terlalu tergopoh-gopoh.

“Yang kami gugat hanya keputusan KPU Sekadau yang substansinya menyatakan kami tidak lolos sebagai peserta pilkada. Kami merasa yakin kami layak ikut serta dalam pemilu dengan bukti-bukti dan fakta yang kami pegang,” tutur Yansen.

Namun sayang, musyawarah yang diperkirakan bakal berlangsung alot harus antiklimaks. Sebab, kubu KPU Sekadau sebagai termohon meminta agar sidang ditunda untuk sementara waktu.

“Kami minta ijin musyawarah ditunda karena ada beberapa hal yang harus kami persiapkan,” pinta komisioner KPU Sekadau, Marselinus Daniar.

Panwaslu sempat berdiskusi sejenak mempertimbangkan ajuan KPU. Kubu Yansen pun sempat menolak penundaan sidang dan ngotot dilaksanakan pada hari itu juga. Namun, akhirnya Panwas mengabulkan permohonan KPU.

“Permohonan diterima. Musyawarah akan dilanjutkan besok pada tempat dan waktu yang sama,” ucap Stefanus, anggota Panwaslu yang memimpin sidang tersebut.(mus)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *