Sidang Lapangan Sengketa Tanah Ricuh

Kasus Sidang Lapangan Sengketa Tanah./ foto : Iswandi.

( Mempawah/ Sui Pinyuh ) – Sidang lapangan kasus sengketa tanah terkait gugatan ahli waris yang diajukan oleh Tjin Dji Fo (66), Djiu Njuk Kie (59), Tjin Dhie Min (58) terhadap saudara kandungnya Tjiu Hian Fo  atas tanah yang bersertifikat dengan pemegang hak milik Tjiu Hian Fo Tahun 1999, yang terletak dijalan Jurusan Seliung  Kecamatan Sui Pinyuh Kabupaten Mempawah, diawali kericuhan yang dimulai oleh Tjin Jie Fo alias Ahua  ricuh, Jumat (14/9/2018).

Kericuhan ini ketika penggugat datang dengan sepeda motor langsung berteriak dengan nada tinggi dan didengar oleh semua pihak yang hadir seperti majelis hakim, polisi dan aparat  Kelurahan Sungai  Pinyuh.

Sikap arogannya  pihak  penggugat  ini  menimbulkan  perbuatan penganiayaan anak dibawah umur atas nama  Kitsun (14) yang tak lain ponakan dari penggugat. Yang lebih parah lagi saksi penggugat bernama Toni Akhong sempat mengeluarkan kata-kata yang melecehkan ibu dari Kitsun atau istri dari tergugat didepan majelis Hakim dan pihak-pihak  yang hadir dalam sidang lapangan tersebut,”jika kamu menang (ditujukan ke Yuliana ibu dari Kitsun) dengan perkataan yang kurang pantas.

Pantauan dilapangan, setelah suasana  dapat  ditenangkan  barulah majelis Hakim yang di Ketua oleh I Komong Dediek Prayoga, SH.M.Hum  memulai  sidang lapangan  tersebut.

Hakim  hanya  mempertanyakan  isi  dalam  sertifikat  berupa  luas lokasi  yang  disengketakan namun ketika hakim bertanya  panjang lebar  kepada  kuasa  penggugat  tidak  tahu begitu juga  kepada penggugat.

Pada kesempatan tersebut menurut Yuliana saat dikomfirmasi menyatakan bahwa tanah yang disengketakan ini murni pembelian dari Ludin Nainggolan tahun 1999 sesuai dangan akta jual beli no.5/2-S.PYH tanggal 26 April 1999. Semenjak itu kita buat usaha bengkel. Karena kerja keras usaha mulailah berkembang hingga saat ini, jelanya.

Bahkan Yuliana mengatakan bahwa  penggugat dulunya pernah ikut tinggal di rumah kami ini dan setiap bulannya kami bantu biaya untuk berobat dan makan serta keperluan lainnya.

Selain itu terkait kasus penganiyaan anak ( Kitsun) sudah dilaporkan ke Polsek Sungai  Pinyuh, kata Yuliana ibu korban singkat. ( Iswandi ).

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *