Sidang Lanjutan Pemagaran Tanah : Saksi dari BPN Tidak Bisa Menunjukan Asal Usul Tanah dan Batas-batas Tanah Semula

Sidang lanjutan di PN Pontianak Kalbar./ngadri
Sidang lanjutan di PN Pontianak Kalbar./ngadri

POSTKOTAPONTIANAK.COM ! PONTIANAK-Sidang Lanjutan perkara pemagaran tanah di duga tersangka melanggar pasal 167 di pengadilan negari kota pontaianak Jalan Sultan Syarif Abdurahman Pontianak Kalimanatan Barat, yang di pimpin hakim Ketua Kusno ,SH.M HUM, Selasa (22/04/2015) di mulai pukul 01.00 wib , saksi dari BPN kota Pontianak terlihat membawa sertipikat milik polycarpus dan warkah yang di minta Hakim pada agenda sidang minggu yang lalu.

Dua bundelan warkah dan sertipikat terlihat diperlihatkan kepada hakim, didalam persidangan itu ada sedikit adu persepsi dengan faham masing-masing, saksi dari BPN, mengatakan warkah yang di miliki BPN sudah lengkap untuk memproses permohonan HAK milik tanah milik Polycarpus.

Namun kuasa hukum dari terdakwa HS bersikeras bahwa surat adat yang di miliki ahli waris RATIYEM binti RATMAN itu lebih tua dan dibenarkan di dalam aturan untuk ALAS HAK Surat Adat bisa jadi bukti kepemilkan atau bukti otentik.

Melihat suasana mulai memanas HAKIM menenangkan kuasa hukum dan petugas BPN yang dipanggil sebagai saksi, sudah-sudah jangan ribut, sidang ini akan kita lanjutkan Minggu depan tanggal (29/04/2015) sekalian kita akan lakukan sidang lapangan, ujar hakim.

Kuasa hukum Hs, RIZAL KARYANSYAH,SH ketika di temui wartawan pasca sidang sudah ditutup mengatakan, sidang pekan depan petugas dari Badan Pertanahan Negara kota Pontianak harus bisa menunjukan di mana letak tanah polycarpus dan saya meminta kepada petugas BPN agar menunjukan batas-batas tanah sesuai yang ada di surat ukur, supaya saya tahu di mana sebenarnya letak tanah yang ada di sertipikat polycarous dan apa benar tanah yang dipagar oleh Klaen saya ini tanah polycarpus, karena wajar saja sertipikat terbitan tahun-tahun yang lalu belum tentu proses penerbitannya memenuhi persyaratan, walaupun harus dibuktikan melalui gugatan.

Sertipikat dan buku tanah yang diperlihatkan saksi dari BPN, namun pihak Badan Pertanahan kota Pontianak tidak bisa menunjukan asal usul tanah dan batas-batas tanah semula dengan alasan terjadinya pemekaran atau perubahan wilayah, tagas Rizal

Mengenai perkara ini saya selaku kuasa Hukum (HN), akan berusaha terus untuk menunjukan kebenaran yang ada, pungkasnya./ngadri

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *