Sheriefnya Polisi Indonesia Adalah Bhabinkamtibmas

PONTIANAK ! POSTKOTAPONTIANAK.COM – Bhayangkara Pembina Keamanan dan ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas ) adalah cikal bakal terbentuknya Polisi Desa, seperti halnya di Amerika, Polisi desa disana disebutnya Sherief, yang bertanggung jawab terhadap keamanan didesanya.

Kejadian di desa dalam penugasannya, menjadi tanggung jawab Bhabin Kamtibmas, kedepan kelak Bhabinkamtibmas ini akan menjadi Kepala Polisi di desa. Kalau para Bhabinkamtinmas ini bekerja dengan maksimal, maka semua kejadian akan diketahui oleh Bhabinkamtibmas.

Oleh karenanya, para Bhabinkamtibmas ini harus menguasai karakteristik daerahnya, ia harus bisa membaur dengan , masyarakat, menyatu dengan alam sekitarnya.

seperti yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas desa Kuala Mandor B, AIPDA Dwi Handoko.  Ia bekerja keras menanggulangi kebakaran  hutan dan lahan di desa Binaannya, agar api tidak merambat kemana-mana. Karena kelelahan iapun berbaring beralaskan tanah beratapkan langit dengan teriknya matahari tidak dirasakan.

Kejadian seperti ini tidak mungkin dirasakan oleh polisi di Kota, karena tantangan tugas dan karakteristik yang dihadapi juga jauh berbeda, polisi di desa ini justru bisa menyatu dengan alam sekitarnya.

Ia bersama warga bahu membau memadamkan api dilahan gambut, karena jika Api tidak segera dipadamkan,  dampaknya bisa kemana-mana, diantaranya mengganggu kesehatan masyarakat, mengganggu aktifitas belajar anak-anak sekolah dan lebih parah lagi bisa mengganggu transportasi udara.

Pekerjaan Bhabinkamtibmas ini bener-benar pekerjaan yang Mulia, tanpa minta dipuji, disanjung atau dilihat atasannya, tetapi karena tanggung jawabnya, setidaknya ia bekerja secara maksimal.

Bahkan nasib keluarganyapun kadang terlupakan, karena asyik memadamkan api, memikirkan warganya agar mereka bisa hidup sehat, tanpa kabut asap.

Pekerjaan Bhabinkamtibmas ini memang tidak sepopuler anggota reserse yang bisa melumpuhkan penjahat, menangkap maling, karena langsung dirasakan langsung oleh warga masyarakat yang menjadi korban kejahatan, sedangkan kalau pekerjaan Bhabin Kamtibmas ini mengajak orang berbuat baik, mengimbau warga agar tidak menjadi Pelaku dan Korban kejahatan, serta mengajak orang untuk tidak membakar hutan dan lahan.

Pekerjaan Bhabinkamtibmas memang tidak bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh maayarakat, namun berdasarkan hasil penelitian di Negara maju, justru pekerjaan Bhabinkamtibmas ini sekarang justru menjadi  pekerjaan polisi Modern, karena kalau polisi Modern itu lebih mengutamakan pencegahan dari pada penindakan, mengikut sertakan masyarakat, dalam memberantas kejahatan, terbangunnyan harmonisasi antara Polisi dan Masyarakat, serta penegakan hukum hanya dilakukan terhadap kejahatan Lingkungan Hidup, kejahatan antar negara dan kejahatan yang dapat merugikan keuangan Negara.

Sedangkan kejahatan konvensional, seperti pencurian, jambret, kekerasan dalam rumah tangga dan sebagainya bisa diselesaikan oleh para Bhaninkamtibmas melalui Problem Solving.

Maka tidaklah heran jika Kapolri Jenderal Polisi Drs, Tito Karnavian,P.Hd akan memberikan apresiasi dan reward kepada para Bhabinkamtibmas yang berprestasi. Dengan pemberian kesempatan untuk Sekolah Alih Golongan atau Sekolah Inspektur Polisi./(KHP)/abePKP

AIPDA Dwi Handoko BHABINKAMTIBMAS Desa Kuala Mandor B Kecamatan Kuala Mandor B, Polresta Pontianak Kota, Kelelahan Setelah Berjibaku Melawan Sijago Merah Didesa Binaannya.
AIPDA Dwi Handoko BHABINKAMTIBMAS Desa Kuala Mandor B Kecamatan Kuala Mandor B, Polresta Pontianak Kota, Kelelahan Setelah Berjibaku Melawan Sijago Merah Didesa Binaannya.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *