SETWIL FPII NTB KECAM OKNUM ANGGOTA DEWAN LOMBOK TENGAH ANCAM GOROK WARTAWAN

Forum Pers Independen Indonesia (FPII), Kecam Anggota Dewan Lombok Tengah, apapun bentuk intimidasi, diskriminasi, pelecehan jurnalis, kekerasan terhadap jurnalis dan bentuk ancaman terhadap jurnalis dan media, FPII akan maju sebagai *GARDA TERDEPAN* untuk melawan atas tindakan tindakan tersebut.

LOTENG – Ancaman terhadap profesi Jurnalis terulang lagi. Kejadian ini dilakukan oleh seorang oknum anggota dewan Lombok Tengah beberapa hari lalu. Tindakan yang dilakukan oknum tersebut mendapat reaksi keras dari organisasi wartawan di Nusa Tenggara Barat.

Melalui komunikasi seluler temen – temen wartawan, oknum anggota Dewan itu mengancam akan menggorok wartawan. Terkait dengan pemberitaan dirinya yang belum mengembalikan kendaraan dinas (Randis).

Ketua Setwil Forum Pers Independent Indonesia (FPII) NTB, Amrin, mengutuk keras tindakan oknum dewan tersebut. Karena apa yang dikatakan oknum dewan itu sama sekali tidak mencerminkan sikap seorang wakil rakyat.

“Kami sangat menyayangkan sikap arogan oknum anggota Dewan Loteng yang melayangkan ancaman terbuka terhadap wartawan,” ungkapnya kepada wartawan.

Atas tindakan oknum dewan tersebut , dalam waktu dekat pihaknya akan melaporkan kasus tersebut ke kepolisian. Karena ancaman yang dilakukan itu, sudah masuk ke ranah pidana. Namun terlebih dahulu pihaknya akan melakukan investigasi terkait ancaman tersebut.

“Harusnya yang bersangkutan klarifikasi ke media bukan malah mengancam. Dalam minggu ini kami akan melayangkan laporan ke Polda Nusa Tenggara Barat,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan di beberapa dimedia, Oknum Dewan Loteng, Jayanti Umar mengancam akan menggorok leher wartawan yang bersangkutan. Sebab menurutnya, pemberitaan selama ini terkesan sepihak, tanpa konfirmasi terlebih dahulu kepada dirinya. Mengingat pemberitaan wartawan terhadap dirinya sudah merusak nama baik sebagai anggota dewan.

“Saya dari Pujut. Kalau terus seperti ini lihat saja nanti,” tegas Jayanti didengan nada mengancam.

Terkait hal itu, Ketua Setnas FPII Mustofa Hadi Karya alias Opan angkat bicara. Dalam siaran persnya di Jakarta (10/9), ia katakan apapun bentuk intimidasi, diskriminasi, pelecehan jurnalis, kekerasan terhadap jurnalis dan bentuk ancaman terhadap jurnalis dan media, FPII akan maju sebagai GARDA TERDEPAN untuk melawan atas tindakan tindakan tersebut.

“Jurnalis bukan Teroris, oleh karena itu Forum Pers Independent Indonesia mendukung penuh sikap Amrin Setwil FPII NTB. Karena FPII sebagai pemersatu insane pers dan media, melalui advokasi dan perlawan dari tindakan tindakan bentuk apapun yang mengarah pada pelecehan, ancaman dan kekerasan terhadap insane pers dan media media di Indonesia.” Tegas Opan .(Amrin/NTB)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *