Senin, PGRI Lakukan Unjuk Rasa

Post Kota Pontianak-Mempawah. Mencuatnya berbagai permasalahan dunia pendidikan belakangan ini memantik reaksi para guru. Termasuk Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Mempawah. Rencananya, ratusan guru dari berbagai daerah di Kalbar akan menggelar aksi unjuk rasa pada Senin (27/6) nanti.

Dari informasi yang beredar, kabarnya aksi unjuk rasa 14 PGRI kabupaten dan kota di Kalbar itu akan menggelar aksi di empat lokasi. Yakni Kantor Gubernur Kalbar, DPRD Provinsi Kalbar, Kejati Pontianak dan Mapolda Kalbar.

Sejumlah poin yang menjadi tuntutan mereka yakni, berkenaan macetnya pencairan dana BOS yang sejak Maret-Mei 2016 lalu tak kunjung terealisasi. Kini, para kepala sekolah terpaksa mencari pinjaman dana talangan untuk menutupi operasional kegiatan-kegiatan sekolah pada triwulan kedua ini. Termasuk pula honor untuk tenaga pendidik dan kependidikan.

Kemudian, permasalahan sistem sertifikasi guru. Pada tahun ajaran baru ini, pemerintah  mewacanakan untuk merubah regulasi syarat sertifikat. Dulunya sertifikat berdasarkan pada jumlah jam pelajaran, kini menjadi jumlah siswa. Setiap guru wajib mengemban 20 siswa. Para guru menilai, perubahan regulasi itu akan menghambat proses sertifikasi yang akan dilaksanakan.

Selanjutnya, PGRI juga menyuarakan kriminalisasi terhadap guru. Mereka mencontohkan, kasus perlakuan tidak senonoh yang dialami seorang guru di Kabupaten Kubu Raya yang dilakukan oleh orang tua siswa. Perlakukan tak pantas itu hanya disebabkan si guru memotong rambut siswanya yang melanggar aturan sekolah.

“Kami sangat mendukung aksi ini. Sebab, permasalahan-permasalahan yang sedang dialami dunia pendidikan di Kalbar semakin rumit dan memprihatinkan. Kita menuntut agar permasalahan ini segera diselesaikan dengan baik,” tegas Anggota PGRI Mempawah, Razali, S.Pd di Mempawah.(dn/leo-PKP)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *