Selain Tamu Negara Asing, Batu Akik Juga Hadir di KAA di Bandung

JAKARTA – Demam batu akik yang sedang melanda berbagai daerah di tanah air coba dihadirkan ke arena Konferensi Asia Afrika (KAA).  Daerah-daerah penghasil batu mulia itu seakan berlomba memamerkan batu terbaik yang terkandung dari alam yang ada di daerah mereka masing-masing.

Batu pancawarna./ Ist
Batu pancawarna./ Ist

Garut sebagai salah satu penghasil  batu akik akan memberikan cendera mata kepada seluruh tamu negara yang hadir dalam KAA di Bandung.  Dicky Chandra, artis yang juga mantan wakil bupati Garut, serta Oni Suwarman, anggota DPD asal Garut, menyambut baik rencana tersebut.

Menurut Dicky pemberian cendera mata itu bisa menjadi langkah awal pemerintah Indonesia memperkenalkan sekaligus mempromosikan batu akik yang merupakan produk asli Indonesia ke mata dunia. Sebab, batu alam itu sudah menjadi fenomena di dalam negeri.  “Bagus kan, batu akik asli made in Indonesia,” kata Dicky.

Kepada Beritabuana.co,  Ketua Koperasi Pengrajin Batu Lasminingrat, Yudi Nugraha, menyatakan ingin berpartisipasi dalam Konferensi Asia Afrika (KAA) dengan memberikan batu akik Pancawarna Edong yang berharga ratusan juta rupiah secara gratis.

Batu Pancawarna Edong adalah salah satu batu akik Garut legendaris selain Ijo Ohen. Batu akik Pancawarna Edong berharga jutaan rupiah per kilogram. Batu ini ditemukan Ki Edong di galian daerah Bungbulang.  “Ini saya siap berikan gratis untuk KAA. Demi negara dan bangsa,” tutur Yudi, Sabtu (18/4).

Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, rencananya juga akan memberi batu akik Baturaja untuk cinderamata dalam puncak KAA di Bandung, Jawa Barat pada 24 April mendatang., dan  juga memberi kesempatan bagi batu akik dari daerah lainnya. (Affu)/R-I

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *