Sejumlah Pedagang Mengeluh

Pemkot Depok Paksa Pedagang Kantin Berhenti Jualan 

Kantin Pemkot di paksa tutup (Ist)
Kantin Pemkot di paksa tutup (Ist)

POSTKOTAPONTIANAK.COM ! DEPOK-Pedagang kantin Pemkot Depok, dipaksa untuk berhenti berjualan mulai 1 April 2015. Sebab rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Kota Depok memindahkan puluhan pedagang kantin ke gedung Dibaleke membuat resah para pedagang. Namun mereka belum diberi tahu sampai kapan pelarangan berjualan diberlakukan. Mereka juga belum mendapatkan lokasi baru tempat berjualan.

“Kami bisa terima perpindahan itu, tetapi yang menjadi persoalan adalah berapa lama kami menganggur, menunggu penempatan kembali ke tempat berjualan yang baru. Sementara perut kami sekeluarga dan biaya sekolah tidak bisa ditunda,” ujar satu pedagang yang menolak disebutkan namanya saat ditemui sejumlah pewarta kemarin.

Di samping itu, para pedagang khawatir tidak lagi ditempatkan menjadi pedagang pindahan, dari kantin pojok menuju area baru di belakang area parkir bawah Gedung Dibaleka. Apalagi berhembus isu kalau sebagian pedagang yang ditempatkan. Sementara sisa lapak yang masih kosong  “dijual” kepada kerabat pegawai setempat.

Di area kantin pojok area Balaikota Depok terlihat beberapa pedagang berkumpul membicarakan hasil arahan pegawai Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA). Beberapa pedagang di antaranya menahan tangis sedih lantaran dirumahkan sementara.

Namun begitu Sofi, pedagang bernomor Lapak 13, mengungkapkan, kepasrahannya dengan kebijakan yang telah dikeluarkan Pemkot Depok. “Habis mau gimana lagi, ya kita ikut aja dah aturan pemerentah. Yang penting kita bisa (pindah) jualan lagi dah gitu,” kata pedagang soto iga itu. Ia mengaku semua pedagang kantin sudah dicatatkan nomor teleponnya untuk ditempati.

Menanggapi ini, Kepala Seksi Umum Bagian Umum Pemkot Depok, Deriko menyatakan ketidaktahuannya terhadap rencana penggusuran tersebut. Itu terjadi lantaran bukan menjadi kewenangan instansinya. “Kewenangan itu bagian aset (DPPKA),” ujarnya.(Faldi/Sudrajat)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *