Rusman Ali Janji Selesaikan Masalah Perumnas IV

Bupati KKR, Rusman Ali./ foto : Klw

                                Kunungan Bupati Rusman Ali, di Perumnas IV Desa Ampera Raya Kec. Sungai Ambawang./ foto Klw

KUBU RAYA POSTKOTAPONTIANAK.COM ! Meski sudah hampir empat tahun Desa Ampera Raya Kecamatan Sungai Ambawang secara sah dimekarkan dari desa induk Ambawang Kuala dengan roda pemerintahan Desa yang definitif, namun sayangnya hingga kini wilayah tersebut belum menerima hak untuk mendapatkan Dana Desa (DD. Red) dari pemerintah pusat. Padahal Dana Desa yang bersumber dari APBN tersebut sangat dinanti guna membangun infrastruktur di Desa tersebut yang kian tertinggal.   

 
Tak kunjung mengucurnya Dana Desa ke Desa Ampera Raya diyakini akibat belum ditekennya rekomendasi pengeluaran Kode Desa oleh Gubernur Kalbar. Sementara permohonan secara administrasi maupun pendekatan prosedural yang diupayakan Pemdes Ampera Raya bersama BPMPD Kab. Kubu Raya dengan instansi terkait di tingkat provinsi sudah sering dilakukan, namun rekomendasi kode desa tak kunjung keluar.
 
Maka dari itulah masyarakat Desa Ampera Raya berharap Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dapat mempercepat proses keluarnya kode desa, sehingga amanah undang-undang desa dalam pengelolaan Dana Desa dapat terwujud. 
 
Dalam silaturahmi Bupati dan Wakil Bupati Kab. Kubu Raya dengan masyarakat Dusun Perumnas IV Desa Ampera Raya Kec. Sungai Ambawang persoalan ini menjadi topik utama. Dihadapan Bupati Tokoh masyarakat Perumnas IV Ahmad Lahabi, didampingi Anggota DPRD Kab. Kubu Raya Ngatiman, SH, tokoh agama dan perangkat desa meminta agar pemerintah Kubu Raya segera mungkin untuk menyelesaikan perbatasan dan wilayah mereka di Perumnas IV yang menjadi polemik diantara kalangan masyarakat yang setia kepada Kubu Raya dan yang ingin bergabung dengan Kota Pontianak. Hal inilah yang diyakini menghambat proses keluarnya kode desa Ampera Raya.
 
Ahmad Lahabi menegaskan sejak awal dirinya membeli perumahan di Perumnas IV sudah termasuk dalam kawasan Kabupaten Pontianak yang sekarang berubah menjadi Kabupaten Mempawah. “Artinya setelah Kubu Raya terbentuk wilayah yang dimekarkan dari Kabupaten Mempawah termasuk Perumnas IV ini masuk wilayah Kubu Raya,” tegas Lahabi.
 
Lahabi juga meminta masyarakat sekitar Perumnas IV agar tidak terpancing bujukan segelintir orang yang memiliki kepentingan tertentu untuk mengajak menjadi bagian dari warga Kota Pontianak. Ditegaskan Lahabi yang menjadi korban adalah masyarakat sendiri yang dirugikan juga masyarakat sendiri sebab akan berpengaruh pada administrasi kependudukan masyarakat yang akan menyulitkan mereka mendapatkan program Pemerintah sebab ada dalam wilayah yang menggantung.
 
“Kami warga sekitar Perumnas IV yang sudah termasuk kawasan Sungai Ambawang ini meminta agar pemerintah Kubu Raya turut membantu masyarakat menyelesaikan per-soalan perbatasan wilayah di Perumnas IV,” katanya.
 
Sementara itu Bupati Kubu Raya Rusman Ali mengimbau masyarakat disekitar kawasan Perumnas IV yang sudah termasuk ke dalam Kecamatan Sungai Ambawang  untuk mengumpulkan sertifikat awal kepemilikan rumah, sebagai bukti bagi Pemerintah dalam memperjuangakan dan menyelesaikan persoalan wilayah di Perumnas IV. “Mengingat persoalan Perumas IV sudah menjadi persoalan antara Kabupaten dengan Kota maka yang berhak memutuskan dan menanganinya adalah Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat,” kata Rusman Ali. 
 
Karena tapal batas dan persoalan wilayah perumnas IV ini sudah menjawdi kewenagan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, membuat Rusman Ali meminta masyarakat melalui RT/RW dan tokoh amsyarakat mengumpulkan semua berkas pendukung seperti sertifikat dan dokumen admministarsi lainya yang menguatkan bahwa memang benar wilayah Perumnas IV bagian dari Pemekaran Kabupaten Mempawah yang secara otomatis sebenarnya wilayah Kubu Raya.
 
“Namun karena disini sudah terjadi persoalan batas antara Kota dengan kabupaten, maka Kami akan melakukan koordinasi dengan Gubenrur untuk mencari solusi secepatnya sehingga tidak mengganggu program Pemerintah masuk ke masyarakat, masyarakat jadi tidak bisa menikmati pembangunan,” pungkasnya. (Klw)/ Abe PKP
Bupati dan wakil Bupati KKR photo bersama warga Perum IV./ foto : Klw
Bupati dan wakil Bupati KKR photo bersama warga Perum IV./ foto : Klw

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *