Rupinus : Dukung Hukuman Mati Gembong Narkoba

Rupinus, SH, MSi, Ketua BNK Kab.Sekadau.(fot ; yahya)
Rupinus, SH, MSi, Ketua BNK Kab.Sekadau.(fot ; yahya)

POSTKOTAPONTIANAK.COM, SEKADAU-Tentu semua sepakat bahwa narkotika dan obat-obatan berbahaya atau yang populer disebut dengan nama Narkoba-adalah perusak generasi bangsa. Bagaimana tidak, setiap orang yang mengkonsumsi barang haram ini akan ketagihan. Saking kuatnya ketergantungan akan benda ini, seseorang nekat melakukan tindakan melanggar hukum demi mendapatkan pasokan narkoba.

Wajar jika kemudian banyak kalangan menyatakan perang terhadap narkoba.

Dimana pemerintah dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo bahkan mengambil sikap tegas dengan menerapkan hukuman mati bagi para gembong narkoba yang berperan banyak dalam merusak generasi muda lewat narkoba. Ketegasan ini didukung banyak pihak, termasuk Pemkab Sekadau.

“ Kami mendukung, ini harus, hukum di Indonesia jangan sampai lemah. Lebih baik membunuh satu orang dibanding membunuh banyak orang,” ungkap ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Sekadau, Rupinus.

Membunuh satu orang dimaksud Rupinus adalah memberikan vonis hukuman
mati bagi seseorang yang punya peran besar dalam peredaran narkoba di negeri ini alias gembong.

“ Akibat ulah satu orang, jutaan orang lainnya mengalami ketergantungan, rusak mental dan fisik, banyak lah kerugiannya. Hukuman mati adalah hal yang wajar,” tutur Rupinus.

Ketegasan serupa juga akan diadopsi di Kabupaten Sekadau. Dikatakan Rupinus, ia sangat setuju dengan langkah yang diambil presiden Jokowi dalam memerangi bahaya Narkotika yang dapat merusak bangsa dan generasi muda. “Jangan gentar dengan kecaman negara-negara luar yang ingin melemahkan hukum Indonesia,” seru Rupinus.

BNK Sekadau pada tahun 2015 ini akan kembali melakukan langkah pencegahan narkotika dengan kegiatan-kegiatan dan sosialisasi. “Kami di BNK bertugas melakukan pencegahan misalnya dengan sosialisasi ke sekolah-sekolah,” tandas Rupinus. (Yahya PKP)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *