RPH di Gang Sentapang Masih Berstatus Aset Sanggau

 

SEKADAU ! POSTKOTAPONTIANAK.COM ~ Mantan Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Peternakan (Distankanak) Kabupaten Sekadau yang sekarang ini menjabat sebagai Asisten administrasi Pemerintahan Setda Kabupaten Sekadau, Drs Adrianto Gondokusumo M Si menanggapi soal Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di gang Sentapang jalan merdeka selatan seperti yang diberitakan di media massa terbitan jumat 30 september 2016. Saat ditemui di ruang kerjanya Jumat 30 September 2016 tadi siang, Adrianto menuturkan Bangunan RPH di gang Sentapang dibangun pada tahun 2003 dimana pada saat itu Sekadau masih berstatus sebagai Kabupaten Sanggau. “RPH itu dibangun tahun 2003 oleh Pemerintah Kabupaten Sanggau, ketika saya dilantik jadi kepala distanak, saya pernah datang melihat RPH itu. Kondisinya memang tidak layak untuk dijadikan RPH, selain tempatnya kecil, RPH itu juga dekat pemukiman warga. Karena status asetnya masih kabupaten sanggau makanya kita tidak berani menganggarkanya untuk diperbaiki, ujarnya.
Lebih jauh dikatakan Adrianto, ketika sekadau masih bergabung dengan sanggau bangunan RPH itu menjadi aset Kecamatan Sekadau HHili, tetapi ketika ada penyerahan aset dari kabupaten sanggau ke kabupaten sekadau RPH itu tidak tercatat dalam penyerahan aset,
“Jadi pada prinsipnya, bangunan itu masih berstatus sebagai aset milik pemerintah Kabupaten Sanggau. Aset ini kedepan harus jelas kepemilikannya, untuk iit kami akan koordinasikan dengan bidang aset dan pertanahan untuk urusan administrasinya,” ujarnya.

Sekadau. Keberadaan Rumah Potong Hewan (RPH) di Gang Sentapang, Jalan Merdeka Selatan (Jalan Sekadau-Rawak) yang tak terurus, masih menyimpan misteri. Hingga sekarang belum diketahui secara pasti siapa pemilik dan kapan bangunan itu dibangun.

Mantan Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Peternakan (Distankanak) Sekadau yang saat ini menjabat Asisten I Pemkab Sekadau, Drs Adrianto Gondokusumo M Si mengklaim, bangunan RPH tersebut dibangun tahun 2003 silam. “Bangunan itu dibangun saat Sekadau masih bergabung dengan Kabupaten Sanggau,” ucap Adrianto, Jumat (30/9).

Dilanjutkan Adrianto, saat Kabupaten Sekadau pisah dari Kabupaten Sanggau, bangunan yang berstatus milik Kecamatan Sekadau Hilir tersebut tidak tercatat dalam penyerahan aset. Akibatnya, keberadaan bangunan tersebut menjadi tidak diketahui.

“Jadi pada prinsipnya, bangunan itu masih berstatus sebagai aset milik pemerintah Kabupaten Sanggau,” klaim Adrianto.

Kabupaten Sekadau sendiri terbentuk pada tanggal 18 Desember 2003. Jika benar apa yang dikatakan Adrianto tersebut, berarti bangunan itu sudah dibangun dibawah bulan Desember pada tahun yang sama.

Namun soal kepastiannya, memang masih perlu penelusuran lebih mendalam. Sebab dari informasi yang didapat dilapangan, bangunan itu dikabarkan dibangun tak lebih dari 10 tahun. “Kalau ndak salah, bangunan itu dibangun waktu Sekadau sudah jadi kabupaten,” ucap salah seorang warga yang menolak identitasnya dipublikasikan.

Sementara dari kondisi fisik bangunan, juga bisa timbul keraguan jika bangunan itu dibangun tahun 2003. Sebab fondasi bangunan masih tampak kokoh, meskipun sudah banyak bagian bangunan yang mengalami kerusakan parah.
Seperti diberitakan Rakyat Kalbar, Jumat (30/9), rencana pembangunan RPH yang digaungkan beberapa pihak di Kabupaten Sekadau akhir-akhir ini, mulai dibelit informasi soal sudah adanya RPH yang dibangun di Sekadau. Sayangnya, banyak pihak yang mengaku tidak tahu menahu soal bangunan tersebut./mus/hartono-humas

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *