Roti dan Anggur di Jumat Agung

Terlihat Jamaah Gereja Begitu Hiikmat Saat Beribadah. / foto : Devi Lahendra
Terlihat Jamaah Gereja Begitu Hiikmat Saat Beribadah. / foto : Devi Lahendra

Reporter : Devi Lahendra
PONTIANAK ! Postkotapontianak.com — Perayaan Paskha yang dikenal dengan Jumat Agung umat Kristen melakukan kewajiban yang disebut perjamuan kudus,  yaitu meminum seteguk anggur dan sepotong roti yang mengisyartkan sebagai pengorbanan Tuhan Yesus kepada umat manusia di bumi.

“Seteguk anggur diisyaratkan sebagai darah, sedangkan untuk roti diibaratkan sebagai daging Tuhan Yesus, ” kata Febri Saragih salah satu majelis Gereja.

Dikatakan Febri, ibadah pada hari Jumat diadakan pada pukul dua siang yang dimana Tuhan Yesus telah mati dikayu salib, dipertandakan dengan awan yang gelap gulita.

“Percaya tidak percaya, setiap hari Jumat saat dilakukan rangkain ibadah, pada pukul dua siang, cuaca pun berubah menjadi gelap gulita seolah akan turun hujan lebat, menandakan Tuhan Yesus mati dikayu salib, ” katanya.

Pada hari yang ketiga Tuhan Yesus menepati janjinya yang akan bangkit dari antara orang mati. Menurut Febri, peristiwa itu diperingati dengan sebuah telur yang biasa disebut telur paskah yang merupakan sebagai simbol makam batu dimana Yesus keluar menyongsong hidup baru melalui kebangkitanNya

Selain itu lanjut Febri mengatakan, ada alasan yang sangat praktis menjadikan telur sebagai tanda istimewa Paskah, yaitu karena dulu telur merupakan salah satu makanan pantang selama Masa Prapaskah.

“Umat Kristen sejak awal telah mewarnai telur-telur Paskah dengan warna-warna cerah, meminta berkat atasnya, menyantapnya, serta memberikannya kepada teman dan sahabat sebagai hadiah Paskah, ” tukasnya./*

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *