Retribusi Galian C Perlu Diperjelas

Teguh Arif Hardianto./yahya
Teguh Arif Hardianto./yahya

POSTKOTAPONTIANAK.COM ! SEKADAU-Di Kabupaten Sekadau, kegiatan galian C merupakan salah satu kegiatan usaha yang cukup banyak ditemui. Namun, apakah semua pelaku usaha galian C mengantongi ijin dan sudah membayar retribusi untuk daerah ?

Beberapa waktu lalu, DPRD Kabupaten Sekadau menggelar rapat bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Pertambangan, salah satu poin yang dibahas berkaitan dengan galian C.

Kala itu, pejabat berwenang dari Dinas PU menyampaikan dari sekian banyak pelaku galian C, hanya beberapa yang taat membayar retribusi untuk daerah melalui instansi terkait, yakni Dinas Pendapatan Daerah.

“ Waktu itu Kabid Pertambangan bilang hanya satu perusahaan galian C yang bayar retribusi, yaitu galian C punya salah satu pengusaha di kota Sekadau,” ujar salah satu anggota komisi B DPRD Sekadau, Teguh Arif Hardianto ditemui beberapa wartawan di kawasan terminal Lawang Kuari Sekadau, (2/4/2015) siang tadi.

Penasaran dengan informasi yang disampaikan pejabat dari Dinas PU tersebut, Komisi B lantas menindaklanjuti dengan melakukan inspeksi ke lapangan. Selasa (31/3/2015) lalu, komisi B berangkat menuju salah satu lokasi galian C di kawasan Kecamatan Sekadau Hulu, tepatnya di tepi jalan raya Rawak-Nanga Taman.

Pengelola galian C di lokasi itu sempat tak terima saat ditanyai soal retribusi. “ Mereka ngakunya sudah bayar retribusi waktu kami tanya. Padahal kan informasinya hanya satu perusahaan yang bayar. Sempat marah juga dia (pemilik usaha), malah sampai menunjukkan faktur retribusinya,” tutur Teguh.

Teguh yakin perusahaan tersebut bukan perusahaan yang dimaksud oleh pejabat dari Dinas PU. Jika pernyataan dari Dinas PU keliru, lantas yang menjadi pertanyaan adalah apakah datanya yang tidak valid atau ada “begal” dalam bidang retribusi.

Sekedar informasi, pada pekerjaan fisik semisal pembangunan jalan yang banyak menggunakan material dari galian C, perusahaan pemenang proyek juga diwajibkan membayar retribusi galian C.

“ Ini yang benar yang mana. Kan pengusahanya sudah bayar retribusi, apakah bisa perusahaan lain yang menggunakan material dari galian C membayar retribusi lagi. Uangnya kemana,” ujar Teguh keheranan.

Untuk mempertegas persoalan ini, dalam waktu dekat DPRD kembali akan menagdakan pertemuan dengan Dinas Pendapatan Daerah.

“ Kami akan undang Dispenda. Satu hal yang ingin dipertegas adalah supaya tidak ada kebocoran PAD. Sektor-sektor yang potensial harus terserap semua mestinya,” tegas politisi Nasdem ini. /Ya

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *