Resimen Induk Daerah Militer XII/Tanjungpura Gelar Latihan Bela Negara, Diikuti 245 Siswa SMAN 8 Pontianak

SINGKAWANG – Resimen Induk Daerah Militer XII/Tanjungpura menanamkan cinta tanah air kepada generasi muda melalui Latihan bela Negara di Aula Sudirman, Rindam XII/Tanjungpura, Singkawang, Kalimantan Barat,pada hari Kamis tgl.11 Januari 2018 PKL.15.30 Wib. Latihan Bela Negara ini diikuti 245 orang siswa dari SMAN 8 Pontianak dan dibuka langsung oleh Komandan Resimen Induk Daerah Militer XII/Tanjungpura Kolonel Inf Khairul Anwar M., S.H., M.Tr (Han).

“Pada kegiatan pelatihan Bela Negara yang diikuti sebanyak 245 orang siswa ini akan dididik selama tiga hari yang seluruhnya dari siswa – siswi SMAN 8 Pontianak,” ujar Danrindam.

Kegiatan Latihan bela negara ini menurutnya sangat penting untuk mendidik sikap, kepribadian, disiplin, kemandirian dan jiwa kepemimpinan serta kewajiban sebagai warga Negara Indonesia. Dimana siswa SMA NEGERI 8 Pontianak, saat ini merupakan generasi muda yang nantinya akan menjadi penerus bangsa.

 

Kepelatihan bela negara ini juga untuk menimbulkan rasa cinta tanah air, memberikan wawasan kebangsaan dan memberi keyakinan Pancasila sebagai ideologi negara yang dapat mempersatukan Anak Bangsa.

“Dengan kegiatan ini tentunya siswa-siswi dalam menjadikan hasil latihan untuk diimplementasikan baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan masyarakat,” lanjutnya.

Ia juga berpesan agar para siswa-siswi tersebut dapat memanfaatkan latihan bela negara ini dengan baik. “Saya harap mereka bisa mengikuti setiap kegiatan dengan gembira dan penuh rasa tanggung jawab,” katanya.

Menurutnya dengan latihan bela negara ini juga ditanamkan sikap disiplin yang merupakan satu diantara kepribadian yang harus dimiliki seorang pemimpin. Karena para siswa-siswi inilah yang nanti akan menjadi pemimpin di masa depan.

“Dengan adanya kegiatan seperti ini, anak-anak bisa mempunyai sifat lebih disiplin. Untuk menjadi pemimpin mereka harus disiapkan kedisiplinannya, kejujurannya sehingga mereka bisa menyadari Negara kita utuh karena perjuangannya,” ungkapnya.

Ditegaskan pula olehnya dalam menjaga keutuhan NKRI bukanlah melulu harus mengangkat senjata. Namun lebih kepada kepemahaman betapa pentingnya kesadaran akan persatuan.

“Latihan Bela Negara bukan berarti semua orang harus angkat senjata, tapi mencapai pemahaman bahwa ketahanan dan keamanan Negara ini milik kita bersama,” tutupnya./Lk Jn.

Publish : Postkotapontianak.com

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *