Ratusan Tower BTS Tanpa Izin Berdiri

Walkot Depok Perintahkan Usut Tuntas BTS Liar

Usut tuntas BTS liar./ Ist
Usut tuntas BTS liar./ Ist

POSTKOTAPONTIANAK.COM ! DEPOK – Kota Depok berdiri sekitar 600 BTS, dari jumlah itu hanya sekitar 300 yang mendapat rekomendasi teknis dari Bidang Pos dan Telekomunikasi (Postel) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). Namun, yang terjadi di lapangan saat ini banyak BTS yang berdiri tanpa dilengkapi surat mendirikan bangunan (IMB) tower.

“Jadi ada juga yang baru sekedar mengantongi surat rekomendasi dari Postel Diskominfo namun sudah langsung dibangun. Kemudian ada lagi yang membangun tanpa rekomendasi dari bidang Postel Diskominfo sama sekali. Diantaranya menara liar itu sudah berfungsi sebagai menara provider. Pertanyaan nya siapa pemain menara atau tower provider selama ini di Depok,” ujar Pemerhati Masyarakat Kota Depok Syaiful Ramelan kepada wartawan, Kamis (15/12), di Balaikota.

Menurutnya, bahwa selama ini ada sekitar 20 pemain tower provider yang menyediakan menara atau tower untuk memenuhi kebutuhan perusahaan telekomunikasi. Jadi pemain tower provider tersebut, diantaranya, Protelindo, TBG, Daya Mitra, Hutcinson (Three), STP, PKP, Sentra Tama, Global Indonesia, IBS, Telkomsel, Indosat, XL. Comet, Naragita.

“Jadi saya menilai, bahwa satu tower provider bisa membangun lebih dari 10 menara atau tower di Kota Depok. Bahkan, belum jelas benar dari sekitar 20 tower provider itu, berapa banyak yang nakal,” tutur Syaiful.

Sementara itu, Kepala Seksi Postel Diskominfo Kota Depok, Farid membenarkan, bahwa pihaknya memang telah mengeluarkan sejumlah 300 surat rekomendasi untuk pendirian menara atau tower. Namun, tidak semua kemudian berhasil mendapatkan IMB. Jadi tidak semua juga tower yang berdiri, dilengkapi dengan surat rekomendasi.

“Artinya, Surat rekomendasi itu bukanlah izin, tapi hanya salah satu dari persyaratan perizinan. Kalau syarat lain tidak terpenuhi. IMB tidak bisa keluar,” jelasnya.

Farid juga mengklaim, bahwa pihaknya juga tidak tahu persis berapa jumlah menara atau tower BTS yang sudah berdiri di Kota Depok. “Silakan cek ke BPMP2T atau ke Distarkim di bagian pengawas bangunan,” ujarnya.

Farid menambahkan, bahwa jumlah BTS itu yang jelas pasti lebih banyak dari jumlah surat rekomendasi yang dijeluarkan Postel Diskominfo.

“Jadi pihaknya sangat setuju, bila tower tidak berizin dibongkar. Jadi di bongkar saja, kenapa dibiarkan,” imbuhnya.

Sebelumnya, Walikota Depok Mohammad Idris meninjau lokasi beberapa BTS yang tidak berizin. Peninjauan dilakukan di empat lokasi yakni Jalan Margonda, Jalan Juanda, Jalan Janger dan Jalan Kartini.

“Jadi ini merupakan lokasi menara yang tidak memiliki izin. Empat lokasi BTS liar itu tidak terlalu jauh dari Balaikota Depok. Apalagi Jalan Kartini dan Jalan Margonda, sangat dekat dengan Balaikota Depok,” ujarnya.

Idris berjanji akan menindak tegas pemilik BTS yang tidak punya izin. Bahkan meminta kepada Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Distarkim) untuk mengusut pemilik menara Base Transceiver Station (BTS) liar yang berada di Depok.

“Namun jika sudah jelas pemiliknya, saya berharap kepada pemilik menara tersebut segera untuk membongkar sendiri menaranya. Jika tidak, pihak kami yang akan membongkarnya,” tandas orang nomor satu di Kota Depok itu.(Faldi/Sudrajat)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *