Ratusan Masa Pendukung Sukarso Demo di DPC PPP Jember

Terlihat ratusan masa datangi kantor DPC PPP Jember.(foto ; suara jatim post)
Terlihat ratusan masa datangi kantor DPC PPP Jember.(foto ; suara jatim post)

POSTKOTAPONTIANAK.COM, JEMBER-Ratusan massa yang berasal dari Desa Arjasa Kecamatan Arjasa yang juga pendukung  anggota DPRD  Jember Sukarso yang kini mendekam di Lapas Jember terkait korupsi Proyek ADD 2012 Kamis (12/3) mendatangi gedung DPRD, Kantor KPU dan Sekretariat DPC PPP yang terletak di jalan Karimata Sumbersari.

Kedatangan ratusan massa yang di jaga kawalan ketat aparat kepolisian sempat memacetkan ruas jalan Karimata di sekitar kampus. Massa mencoba merangsek masuk halaman kantor membuat pagar kantor roboh meski sudah di halangi petugas kepolisian.

Massa ingin menjumpai pengurus yang ada di kantor PPP. Massa menilai yang berhak menempati kantor adalah Pengurus PPP Kubu Djan Faridz yang menang dalam sengketa kepengurusan di PTUN. Selain itu massa juga meminta agar Sukarso tidak di PAW oleh pengurus PPP pimpinan Sunardi yang dinilai kubu Romahormuzy.

Koordinator aksi massa A. Aris mengatakan, “ Pak Karso hanya tersandung masalah administrasi, tidak korupsi. Tidak ada kerugian negara dalam perkaranya. Kenapa harus diberhentikan dari DPRD Jember?” ucapnya disambut teriakan pendukung lainnya.

Massa bertekad menduduki kantor DPC PPP Jember sampai waktu tak terbatas. “Sehari, seminggu, dua minggu, sampai kapanpun kita tunggu Pak Sunardi,” kata Achmad Aris.

Sekretaris DPC PPP Jember Kholiq Nawawi mengatakan, selama sengketa partai, seharusnya kantor tersebut tidak dikuasai satu pihak. “Kita harus menunggu keputusan tetap pengadilan terkait dualisme antara kepengurusan Djan Faridz dan Romahurmudzy,” katanya.

Nawawi ingin agar kantor PPP Jember digunakan dua pihak yang bersengketa. Apalagi kubu Djan Faridz memenangkan putusan sela di Pengadilan Tata Usaha Negara. Massa sebelumnya mendatangi kantor DPRD dan Komisi Pemilihan Umum Jember. Mereka menolak pergantian antar waktu terhadap Sukarso. Sukarso divonis satu tahun penjara karena perkara korupsi alokasi dana desa. Dewan Pimpinan Daerah PPP Jember yang diketuai Sunardi kemudian melayangkan surat PAW ke DPRD Jember.

Sukarso pun melawan dan menganggap usulan PAW itu tak sah, karena kepengurusan PPP Jember yang diketuai Sunardi bukanlah kepengurusan yang direstui Dewan Pimpinan Pusat versi Djan Faridz. DPP PPP versi Djan Faridz adalah kepengurusan yang memenangkan gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara, terkait dualisme kepengurusan partai. (dik/Maz imam/suarajatimpost)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *