Rapat Paripurna Ke-8 Masa Persidangan III Tahun 2018.

SINTANG-www.postkotapontianak.comTanggal 8 Oktober 2018, Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Sintang Jarot Winarno, Forkompinda, Setda Yosepa, Staff Ahli, Pimpinan BUMN/BUMD, Para Asisten, Kadis dan Kepala Badan Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang, Kapolres, Dandim, Danrem, Ketua DPRD Jeffray, Serta 25 Anggota DPRD, tampak hadir dalam kegiatan tersebut.

Bupati Sintang Jarot Winarno, menyampaikan seperti kita pahami bersama, perubahan APBD pada Prinsipnya dilakukan untuk menyesuaikan APBD dengan perkembangan dan perubahan keadaan daerah. Perkembangan dan perubahan tersebut, diantaranya perubahan asumsi ekonomi marko daerah, keadaan yang menyebabkan harus dilakukan pergeseran anggaran.

Keadaan yang menyebabkan saldo anggaran lebih tahun sebelumnya harus digunakan untuk pembiayaan di tahun anggaran berjalanserta keadaan darurat, dan atau keadaan luar biasa yang harus direspon. Pada tanggal 1 Oktober 2018 yang lalu, kami telah menyampaikan rancangan KUA dan PPAS perubahan APBD 2018  dIsidang  Dewan yang terhormat.

Setelah melakukan pembahasan yang cukup intensif terhadap rancangan KUA dan PPAS perubahan tahun anggaran 2018, pada akhirnya kita mencapai kesepakatan bersama yang dituangkan dalam nota kesepakatan bersama pada hari ini.

Kita harus menyadari bahwa keberadaan perubahan APBD tahun anggaran 2018 sangtlah penting untuk menambah energi pemerintahan daerah menjalankan tahap penguatan dalam mencapai visi dan misi di RPJMD tahun 2016-2021. Ditahap ini, semua kebijakkan program dan kegiatan yang telah dibagi kedalam 6  PRIMER MOVER pembangunan daerah, ditargetkan mulai menampakkan hasil awal dan menjadi pilar untuk dilanjutkan di sisa tahun-tahun berikutnya.

Oleh karenanya, tahun 2018 sebagai tahap penguatan, harus mendapat dukungan APBD yang optimal sehingga mampu menghasilkan output dan outcome pembangunan yang memberi daya ungkit sangat besar untuk kesejahteraan masyarakat.

Gambaran perubahan APBD tahun 2018 yang meliputi perubahan pendapatan daerah menjadi 1,93 Triyun Rupiah atau beryambah 4,49 persen, perubahan belanja daerah menjadi 2,07 Trilyun atau meningkat 9, 36 persen serta anggaran pembiayaan menjadi sebesar 141,53 Milyar Rupiah, akan sangat membantu penguatan progres pembangunan daerah kita. Ungkap Jarot.

(pewarta: yefta LMB)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *