PWI Depok Berikan Apresiasi ke KPUD

KPUD Bentuk Media Center dan Kampung Pilkada 

Ketua KPUD bersama PWI Kota Depok (Ist)
Ketua KPUD bersama PWI Kota Depok (Ist)

POSTKOTAPONTIANAK.COM ! DEPOK-Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Depok, Titik Nurhayati membenarkan, bahwa dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) mendatang, pihaknya akan membuat lomba yang dapat menanamkan nilai-nilai demokratis langsung kepada masyarakat, yakni Kampung Pilkada.

“Benar itu semua kami lakukan untuk mencegah terjadinya konflik horisontal antar pendukung calon Walikota Depok dan Wakil Walikota Depok,” ujarnya kepada ketua, dan pengurus serta anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Kota Depok, Selasa (24/3/2015), di kantornya.

Menurutnya, bahwa kampung Pilkada berada di tingkat rukun warga (RW). Setiap RW yang hendak ikut memeriahkan program Pemilukada tersebut wajib mendaftarkan diri. Sehingga tim penilai dapat melakukan penilaian sesuai dengan kreteria yang sudah dibuat.

“Artinya yang dimaksud dengan Kampung Pilkada adalah yang terbuka dan demokratis. Penduduk kampung itu lebih mengepankan demokratisasi ketimbang kekerasan,” tutur Titik.

Dia menambahkan, selain itu, tim juri tidak berasal dari komisioner maupun Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di kantor KPUD. Melainkan, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok yang memang memiliki kaitan langsung dengan berlangsungnya Pemilukada. “Misalnya saja Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Lingkungan Hidup,” ucap Titik.

Titik juga menjelaskan, yang menjadi pertanyaan kenapa dua OPD tersebut terlibat, alasannya karena salah satu kreteria penilaian adalah, tidak adanya baliho atau spanduk yang dipasang di pohon, memiliki tempat musyawarah, dan seluruh calon bisa melakukan kampanye di kampung itu.

“Intinya, Kampung Pemilukada membebaskan para calon walikota maupun wakil walikota melakukan kampanye di kampung mereka. Kampung tersebut juga tidak dapat berpihak hanya kepada satu calon,” jelasnya.

Titik berharap membentuk dan menjadi masyarakat Depok yang demokratis tanpa kekerasan atau konflik dapat segera terwujud. “Pengalaman melaksanakan Pemilukada Depok menjadikan kita lebih teliti dan lebih mahvum lagi terhadap penyelenggaraan pesta demokrasi,” imbuh Ketua KPUD itu.

Ditempat yang sama, Hendri Arifianto, selaku Ketua PWI Perwakilan Depok, menyambut baik terhadap KPUD, yang akan membuat lomba Kampung Pilkada. Menurutnya, kegiatan tersebut bakal memiliki dampak positif terhadap penanaman nilai-nilai demokratisasi yang sudah berjalan dengan cukup baik di Kota Depok. Namun, Ia mengingatkan bahwa rencana tersebut tidak akan berjalan dengan mulus jika KPUD tidak melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam penyelenggarannya.

“Salah satunya adalah PWI. Kita memiliki peran mengabarkan kabar baik itu kepada masyarakat secara langsung sehingga masyarakat yang merasakan dampak dari Kampung Pilkada meluas,” ucapnya.

Dia berharap kepada KPUD, agar lebih tebuka dalam melakukan sosialisasi seluruh tahapan penyelenggaraan Pemilukada. Hal itu penting agar tidak terjadi kecurigaan dan saling menyalahkan antara partai politik dan KPUD. “Sebab, imbasnya akan dirasakan langsung masyarakat,” imbuh Hendri.

Hendri juga mengsulkan kepada KPUD, agar secepatnya membentuk media center guna mempermudah para pewarta mendapatkan akses informasi.

 “Saya senang mendengar pernyataan Ketua KPUD yang memang ingin membuat media center. Saya berharap media center diisi oleh kalangan profesional yang dapat menunjuang kinerja KPUD. Bukan malah membebani atau membuat masalah baru bagi KPUD,” pungkasnya.(Faldi/Sudrajat)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *