Pupuk Subsidi Langka, Petani Beralih ke Industri

Reporter : Mus M

POSTKOTAPONTIANAK.COM ! SEKADAU-Petani kelapa sawit di beberapa wilayah Kabupaten Sekadau semakin

ilustrasi
ilustrasi

pusing akhir-akhir ini. Tak hanya pusing akibat krisis global yang berimplikasi pada turunnya harga jual TBS yang bikin dompet surut, petani semakin kesulitan sebab pasokan pupuk pun ikut-ikutan nyangkut.

Setidaknya sudah dua bulan ini, atau sejak Juni 2015 beberapa jenis pupuk bersubsidi mulai mengalami kelangkaan. Para petani kesulitan memperoleh pasokan pupuk dari distributor.

“ Yang langka itu Phonska sama SP 36. Sudah dua bulan belakangan ini susah cari,” ungkap Sukarto, petani kelapa sawit asal wilayah Belitang Hulu saat ditemui di Sekadau, kemarin.

Kelangkaan dua jenis pupuk subsidi itu cukup menyulitkan petani. Sebab kedua jenis pupuk tersebut menjadi primadona bagi sejumlah petani. Sukarto sendiri mengaku sudah terbiasa menggunakan pupuk SP 36.

“ Ya mau bagaimana, memang sedang kosong. Di distributor pun katanya kosong, kurang tahu juga apa sebabnya,” ucap Karto.

Untuk mengatasi kelangkaan pupuk, sementara ini para petani menggunakan pupuk jenis lain yang tidak disubsidi pemerintah. Solusi ini memberatkan keuangan petani. Sebab, interval harga pupuk subsidi dengan pupuk industri cukup jauh. Mau tidak mau, petani harus mengeluarkan dana tambahan untuk sekedar membeli pupuk.

“ Sementara kalau saya pakai SP Putrani yang non subsidi. Mau tidak mau tambah ongkos lah daripada sawit tidak dipupuk,” keluhnya.

Aimin, rekan Sukarto yang juga petani sawit juga menuturkan kelangkaan pupuk telah membuat mereka cukup kesulitan. Aimin berharap dalam waktu dekat pihak distributor maupun pihak lain dapat segera mengatasi persoalan ini.

“Susah juga kalau lama-lama seperti ini. Mudah-mudahan cepat diatasi lah supaya tidak langka lagi,” harap Aimin./*

 

 

 

 

 

 

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *