Puluhan Prajurit Balakdam XII/Tpr Padamkan Karhutla

KUBU RAYA ! POSTKOTAPONTIANAK.COM – Puluhan Prajurit dari Badan Pelaksana Kodam (Balakdam) XII/Tpr melaksanakan BKO ke Koramil 1207-05/Sungai Raya untuk melaksanakan patroli dalam rangka penanggulangan dan pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.

Terdapat titik api dilahan kosong seluas kurang lebih lima hektare di Desa Limbung hangus terbakar. Tim gabungan dari Balakdam XII/Tpr yang di BKO kan ke Koramil 1207-05/Sungai Raya, melakukan pemadaman api yang menghanguskan hutan lahan gambut di Desa Sidomulyo, Kubu Raya, Selasa (16/08/2016).

Sertu Par’i salah satu personel Pendam XII/Tpr yang di BKO kan ke Koramil 1207-05/Sungai Raya mengatakan ” Tugas melaksanakan pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) ini merupakan salah satu tugas operasi selain perang yang dilakukan Kodam XII/Tpr dan jajaran melalui Kodim-Kodim di wilayah Kalbar dan Kalteng, mengingat struktur tanah di wilayah Kalbar dan Kalteng mayoritas gambut yang sangat mudah terbakar pada musim kemarau seperti saat ini”, ungkapnya.

” Selain melakukan patroli rutin pagi hingga sore hari bahkan malam apabila  ada titik api atau kebakaran hutan dan lahan, kami turun langsung dan mengecek ke lapangan, kami juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran yang  berdampak menjadi kebakaran hutan dan lahan yang besar. Namun apabila ada yang sengaja melakukan pembakaran akan kami lakukan pengejaran dan penangkapan, dan kami serahkan ke Polsek Sungai Raya untuk di proses dan ditindaklanjuti”, tambahnya.

Tim penangulangan bahaya Karhutla ini merupakan Perintah langsung dari Pangdam XII/Tpr. Mengingat wilayah teritorial Kodam XII/Tpr menjadi lumbung asap akibat kebakaran hutan dan lahan saat musim kemarau tiba. Selain melakukan pemadaman Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) bersama masyarakat dan babinsa setempat, Tim selalu melakukan patroli rutin dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran yang dapat menimbulkan asap akibat kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) yang besar sehingga berdampak merugikan masyarakat baik dari segi kesehatan maupun aktivitas kegiatan masyarakat sehari-hari.

Faktor yang meyebabkan terjadinya kebakaran sebagian besar akibat ulah manusia, mengingat masyarakat setempat mayoritas bekerja sebagai petani yang sering membuka ladang dengan cara membakar. Patroli dipusatkan di wilayah Desa Limbung yang merupakan wilayah yang dekat dengan Objek Vital Bandara Supadio. Siaga Karhutla dan kegiatan patroli ini akan rutin dilaksanakan hingga bila musim penghujan tiba, mengingat Karhutla dapat terjadi sewaktu-waktu dan faktor angin yang kencang yang dapat memancing api atau kebakaran bisa dapat membesar dan  meluas ke daerah yang belum terbakar bahkan dapat kepemukiman penduduk./dd / lk

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *