PUISI ANGKATAN 87

Puisi ini aku tulis saat dhuha jelang sudah

Puisi kecil sebagai pengganti diri

Untuk berjumpa bermuka-muka pada semua.

Banyak pula tanya ini siapa,  kerjanya apa,

bermukim di mana, sebagai bahasa pembuka sebelum pesta.

Itulah tanda waktu yang bermain di antara kita

Berkelindan pada nasib

Melompat-lompat dalam jam tangan

Mengubah suka jadi duka, duka jadi suka

Sebagai kisah masa sekarang

Yang sudah berpaham

Dan banyak yang ditahan

Tak seperti kita remaja

Segala ditantang segala diterjang

Risiko urusan belakang

Karena tak pernah ada perhitungan

Sebab memang belum matang

Untung semua guru sayang

Disebutnya kau dalam doanya bertuah

Agar kelak menjadi orang.

Aku tuliskan puisi ini

Saat dhuha hampir pulang

Untuk kawan-kawan yang terpandang

Membuatku senang walau kita belum bersalaman

Tapi gerbang ingatan sudah terbentang

Papan tulis mulai menggambar kenangan,

Bangku dan meja saksi yang diam

Pintu gerbang menghitung

Yang datang dan yang pulang

Mungkin ia ingat pula

Berapa yang pergi atau berpulang.

Aku puisikan di akhir dhuha

Tentang persuaan di tengah senja

Mewarnai tanah jingga menyala.

Hei,  siapakah yang menanti kita

Di ranah lapang tak terkira

Setelah usai ujian dunia?

Hei…

Oleh : Jimmy S Johansyah / Alumni SMPP 27 / SMA 8  Angkatan 1987.

( Ditulis di Depok, 02 Desember 2017, sebagai rasa hormat dan salut saya bagi seluruh sahabat tercinta )

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *