PT.HHK & PT.Bank Mandiri dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri

repro : Bukti Tanda Lapor
repro : Bukti Tanda Lapor

JAKARTA-Marasyah yang didampingi Gabriel Goa selaku Lembaga Pendamping Hukum dan HAM PADMA Indonesia Pelayan Avokasi untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia, melaporkan dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan sertifikat lahan sawit yang dilakukan oleh PT.Harapan Hibrida Kalbar/Lipat Gunting Estate/Union Sampoerna Triputra Persada dan PT. Bank Mandiri, TBK ke Bareskrim Mabes Polri, pada hari Jumat (20 Maret 2015).

  1. Bahwa sejak 1997 PT. Harapan Hibrida Kalbar-T(PT.HHK-T) mensosialisasi pembukaan kebun kepala sawit kepada warga demi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan mendapatkan bantuan tanggungjawab social perusahaan lainnya, dengan sistem perkebunan Inti dan Plasma. Warga desa Suak Burung, desa Seguling, desa Batu Sedau dan desa Manis Mata menyerahkan tanah ulayat untuk kebun inti Perusahaan.Namun untuk kebun sawit plasma mengikuti pola Koperasi Kredit Primer Anggota( KKPA) tahap I, II dan III.
  2. Bahwa Kebun Plasma pola KKPA tahap I dan II umumnya berjalan lancar, hanya masih menyisahkan sebuah masalah hingga kini, yakni belum diserahkan sertifikat asli lahan sawit kepada petani pemilik kebun sawit pola KPPA tahap II dari Dusun Batu Leman yang telah berakhir 31 Desember 2013.
  3. Bahwa kebun Plasma pola KPPA Tahap II tersebut diawali penyerahan lahan dari warga untuk kebun sawit tahun 2000 dengan perjanjian kerjasama awalnya tahun 2004. Sehingga jangka waktu kerja samanya berakhir 2013.
  4. Bahwa selain kebun sawit dengan pola KKPA II,juga kebun sawit tahap III dengan pola KPPA tahap III tetap dilanjutkan.
  5. Bahwa pada tahun 2007,PT.HHK-T diambil alih oleh Union Sampoerna Triputra Persada.
  6. Bahwa ada perjanjian kerjasama PT.Harapan Hibrida Kalbar dengan Koperasi Perkebunan (KOPBUN ) Kusuma Sawit Mandiri (Mewakili Petani) pada tanggal 18 Desember 2008 (Bukti-P1).

    Foto:Kiri-Kanan: Bapak Marasyah & Bapak Gabriel Goa di depan Kantor Bareskrim Mabes Polri, usai melaporkan dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan sertifikat lahan sawit Bapak Marasyah dkk oleh PT.HHK-T/LGE/USTP,Jumat,20 Maret 2015.
    Foto:Kiri-Kanan: Bapak Marasyah & Bapak Gabriel Goa di depan Kantor Bareskrim Mabes Polri, usai melaporkan dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan sertifikat lahan sawit Bapak Marasyah dkk oleh PT.HHK-T/LGE/USTP,Jumat,20 Maret 2015.
  7. Bahwa ada perjanjian kredit investasi antara KOPBUN Kusuma Sawit Mandiri (Mewakili Petani), Harapan Hibrida Kalbar dengan PT.Bank Mandiri, Tbk. Pada tanggal 18 Desember 2008 (Bukti-P2)
  8. Bahwa saya, Marasyah/Maras dkk dari dusun Batu Leman, sudah mendapatkan fotokopi sertifikat lahan sawit tahun 2006(bukti-P3)
  9. Bahwa saya, Marasyah/Maras dkk, dari Dusun Batu Leman sudah melunasi kredit pada 31 Desember 2013 dan menanyakan kepada Koperasi Perkebunan Kusuma Sawit Mandiri terkait keberadaan sertifikat asli kami. (Bukti P-4)
  10. Bahwa kemudian pihak Koperasi Perkebunan Kusuma Sawit Mandiri mengajukan surat tertulis kepada General Manager PT. Harapan Hibrida Kalbar, Tumbur Pardede perihal pengambilan sertifikat asli pola KKPA dusun Batu Leman pertanggal 17 Mei 2014 (Bukti-P5)
  1. Bahwa General Manajer PT.Harapan Hibrida Kalbar,Tumbur Pardede mengajukan surat terutlis kepada Legal Department Head cc. Dir.Finance & Administration PT.Union Sampoerna Triputra Persada di Jakarta perihal permohonan penyerahan sertifikat (asli) petani plasma tahap II Dusun Batu Leman,tertanggal 2 Juni 2014 (Bukti-P6),Namun surat tersebut hingga kini tidak mendapatkan jawaban/tanggapan dari Pihak Perusahaan baik kepada koperasi maupun petani.
  1. Bahwa saya, Marasyah/Maras dkk bersama lembaga pendamping hukum dan HAM PADMA Indonesia mendatangi dan menyerahkan surat permintaan klarifikasi tertulis pertama kepada perusahaan tentang keberadan sertifikat asli dan mohon segera diserahkan, tertanggal 09 Januari 2015(Bukti-P7). Surat ini tidak mendapatkan jawaban/tanggapan dari PT.HHK-T/LGE/USTP.
  1. Bahwa saya, Marasyah/Maras dkk bersama lembaga pendamping hokum dan HAM PADMA Indonesia kembali mendatangi dan menyerahkan surat permintaan klarifikasi tertulis kedua kepada perusahaan tentang keberadan sertifikat asli dan mohon segera diserahkan,tertanggal 28 Januari 2015 (Bukti-P8). Surat ini juga tidak mendapatkan jawaban dari Perusahaan sawit tersebut.
  1. Bahwa lembaga pendamping hukum dan HAM PADMA Indonesia mengirim surat permintaan klarifikasi tertulis kepada PT. Bank Mandiri, Tbk Cabang Pontianak tentang keberadan sertifikat asli dan mohon segera diserahkan, tertanggal 01 Desemberi 2014 (Bukti-P9).Surat ini hingga kini tidak ada jawaban/tanggapan.
  2. Bahwa saya, Marasyah/Maras dkk bersama lembaga pendamping hukum dan HAM PADMA Indonesia mendatangi dan menyerahkan surat permintaan klarifikasi tertulis pertama kepada Direktur Utama PT.Bank Mandiri,Tbk. Jakarta tentang keberadaan sertifikat asli dan mohon segera diserahkan,tertanggal 09 Januari 2015 (Bukti-P10). Surat ini tidak mendapatkan jawaban/jawaban dari pimpinan Bank Mandiri Jakarta.
  3. Bahwa saya,Marasyah/Maras dkk bersama lembaga pendamping hukum dan HAM PADMA Indonesia kembali mendatangi dan menyerahkan surat permintaan klarifikasi tertulis kedua kepada Direktur Utama PT. Bank Mandiri, Jakarta tentang keberadaan sertifikat asli dan segera diserahkan, tertanggal 29 Januari 2015 (Bukti-P11).
  4. Bahwa pada 10 Pebruari 2015, pendamping hukum dan HAM PADMA Indonesia menyampaikan surat No.16/ Dir-PI/II/20015 tertanggal 09 Pebruari 2015 kepada Ombudsman Republik Indonesia perihal Laporan pengaduan pengabaian penyerahan sertifikat asli atas nama Maras & Tuti. Namun belum ada informasi lebih lanjut mengenai surat ini.
  5. Bahwa pada 20 Pebruari 2015, pendamping hukum dan HAM PADMA Indonesia menyampaikan surat No.19/ Dir-PI/II/20015 tertanggal 18 Pebruari 2015 kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia perihal Laporan pengaduan pembiaran penyerahan sertifikat asli atas nama Maras & Tuti. Namun perkembangan surat ini belum menemukan titik terangnya.
  6. Bahwa saya,Marasyah/Maras bersama lembaga pendamping hukum dan HAM PADMA Indonesia melaporkan tindakan pidana penipuan dan penggelapan oleh Direktur PT. Harapan Hibrida Kalbar dan Direktur Utama PT. Bank Mandiri, Tbk, ke Bareskrim Mabes POLRI , Jumat, 20 Maret 2015:
  7. Direktur Utama PT.Bank Mandiri,Tbk,Budi G.Sadikin. Alamat : Plaza Mandiri Jl.Gatot Subroto Kav.36-38 Jakarta
  8. Direktur PT.Harapan Hibrida Kalbar/Union Sampoerna Triputra Persada, Alamat: Menara Imperium Lt.33,Jl.H.R.Rasuna Said Kav.1 Jakarta 12980 telp.021-837-93-824 Fax.021-837 93 818
  1. Pelapor: Marasyah/Maras dkk. Alamat: PADMA Indonesia, Gedung Perkantoran Selmis Jl. Asem Baris Raya No.52 Blok II No.10.Lt.2 KebunBaru, Tebet-Jakarta Selamat 12830.Telp. 0813 6028 5235, 0813 8191 6867.Email:padmaindo@yahoo.com
  1. Saksi-Saksi:
  2. Kadarusno, mantan ketua Koperasi Perkebunan Kusuma Sawit Mandiri.Alamat:Desa Suak Burung, Kec.Manis Mata, Kab.Ketapang Kalbar.
  3. Hendra Haryono, Ketua Kopbun Kusuma Sawit Mandiri. Alamat: Desa Batu Sedau, Kec.Manis Mata, Kab.Ketapang,
  4. Tumbur Pardede,General Manager PT.Harapan Hibrida Kalbar.Alamat:Lipat Gunting Estate,Kec.Manis Mata, Kab.Ketapang, Kalbar
  5. Lubis,Pemilik fotocopy Sertifikat lahan sawit pola KKPA tahap II Dusun Batu Leman,BatuSedau, Manis Mata, Kab. Ketapang, Kalbar
  6. Yesi, ahli waris almarhumah Tuti, Pemilik fotocopy Sertifikat lahan sawit pola KKPA tahap II Dusun Batu Leman, Batu Sedau, Manis Mata,Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat.

Dengan disertai tanda bukti lapor dan lampiran kronologis kasus yang dikirim ke redaksi “Postkotapontianak.com”. Senin (24/3/2015).

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *