Proyek Tak Jelas : Ridwansyah minta Aparat Hukum Usut Dugaan Penyimpangan

“Kades Kubu Tagih Janji dan Tanggung Jawab Kadis Bina Marga KKR”

Kata Saryanto, Proyek Pelebaran jalan senilai 1 milyar lebih punya Hefni, SST

Proyek timbunan yang bermasalah./ ata
Proyek timbunan yang bermasalah./ ata

KUBU RAYA – POSTKOTAPONTIANAK.COM ! Ridwansyah, SH, Kades Kubu Kecamatan Kubu KKR, menuding proyek Tanah merah yang masukan membuat bangunan waterpron yang tadinya berdiri tegak kini  menjadi miring dan rusak berat. Selain itu tanah merah yang ditimbun disatu jalur dan tidak merata sehingga bolong. Dengan kondisi tersebut sangat menghawatirkan pengguna jalan umum serta masyarakat setempat.

Ridwansyah mengatakan, saya menangih janji Hairil, ST, MT Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Kubu Raya. Dimana tanggung jawabnya yang pernah dilontarkan dan ini merupakan pembohongan publik.

Menindak lanjuti soal proyek penimbunan tanah merah di dusun Karya bersama desa Kubu Kecamatan Kubu Kabupaten Kubu Raya adalah proyek tidak jelas, ungkap dia.

Ridwansyah, SH Kades Kubu./ ata
Ridwansyah, SH Kades Kubu./ ata

Masyarakat Kubu kata Kata Ridwan, sangat menyayangkan sikap Kadis terkesan menghindar dan lari dari tanggung jawab. “ Kita minta pada Kadis Bina Marga jangan banyak janji dan akhirnya suka bohong terus,” ucapnya.

Sementara water pron yang ada telah rusak berat dan sangat membahayakan keselamatan masyarakt sekitar terutama anak-anak, jadi gimana Janji Pak Hairil dan taggung jawabnya, ujar dia.

Kejanggalan lain kata Kades, apalagi proyek yang dikerjakan tidak sesuai volume, rab dan tidak tahu dana dari mana asalnya. Parahnya lagi pelaksana pun tidak tahu siapa,  plang proyek juga tidak ada.

“Kita menduga ini proyek siluman, seperti sosialisasi dangan masyarakat maupun pemerintah desa dan tokoh masyarakat yang ada tidak pernah dilakukan,” bebernya. .

Apakah pembanggunan pemerintah itu pakai uang peroranggan atau itu uang rakyat. Proyek  di buat asal jadi, merusak bangunan yang ada malah tambah hancur. “Saya sebagai Kades dan masyarakat di Kubu berharap agar instansi terkait dapat mengusut dan meminta aparat hukum melihat langsung dilapang dan mengaudit proyek di wilayah saya yang diduga kuat terjadi penyimpangan,” pinta Ridwan.

Sebelum masyarakat saya jadi tumbal dengan hancurnya water pron yang sudah miring akibat proyek penimbunan yang ada dan proyek  yang tidak jelas. “Saya sebagai Kades hanya di anggap tunggul atau patung yang tidak bernyawa,” pungkas Ridwansyah dan mengatakan sekalian meralat berita yang sebelumnya. Akibat penimbunan bangunan proyek water pron rusak parah.

Hefni, SST selaku PPK terkesan menghindar, saat dikonfirmasi di kantor Bina Marga tidak berada ditempat. Bahkan dikediamannya juga tidak bisa ditemui, dengan alasan dari salah satu orang yang ditemui mengatakan Bapak Hefni baru pulang kerja karena dua hari ngak pulang, ucapnya singkat.

Guna berita yang berimbang, kembali menghubungi Hefni melalui handphone miliknya via SMS. Dalam pesan singkatnya, Hefni menyampaikan bahwa proyek tersebut milik UPJJ dan dia juga menyatakan kalau tidak salah sumbangan dari pengusaha, Jumat (22/7/2016).

Saryanto Kabid UPJJ Dinas Bina Marga KKR./ hen
Saryanto Kabid UPJJ Dinas Bina Marga KKR./ hen

Saryanto Kabid UPJJ  Bina Marga, ditemui diruang kerjanya, Jumat (22/7/2016) mengatakan bahwa proyek batu pasang yang ada turaf di depan sektor yang di kerjakan Pak Tatang dengan dana 200 juta, timbunannya 90 juta dari UPJJ.

Menurut Saryanto, kalau turaf depan rumah Camat hanya Rp. 200 juta. Sedangan untuk proyek lain dengan anggaran milyaran itu tidak ada. Mungkin proyek perhubungan itu memang 6 milyar di Air Putih-Jangkang itu memang betul proyek Dinas Perhubungan.

Jadi pembangunan Kubu menurut sepengetahuan saya melalui Bina Marga KKR itu hanya depan Kantor Camat Kubu tahun  2015 dengan anggaran sekitar 1 milyar lebih yang Hefni punya yaitu proyek pelebaran jalan, jelas dia.

Dan untuk UPJJ timbunan di water pron itu depan sektor dan koramil itu timbunan saja, proyek Bina Marga PL pagu 200 juta, timbunan 90 juta UPJJ. Kalau timbunan di depan rumah camat hanya 200 juta, lainnya tidak ada, bantah Saryanto./Ata/Hn/Abe PKP

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *