Proyek Normalisasi Pangsuma Diprotes Warga

Darwis Sanjaya menunjukan lokasi proyek normalisasi yang tidak pasang plang nama./doc.PKP
Darwis Sanjaya menunjukan lokasi proyek normalisasi yang tidak pasang plang nama./doc.PKP

MEMPAWAH, POSTKOTAPONTIANAK.COM-Proyek Normalisasi Saluran di Jalan Pangsuma di Moton Antibar Kecamatan Mempawah Timur menuai protes warga. Pasalnya proyek tersebut tidak terpasang plang proyek yang menjadi keharusan pelaksana.

Demikian dikatakan salah seorang warga, Darwis Sanjaya kepada PostkotaPontianak.com seraya mengajak media online ini melihat langsung di lapangan.

Dijelaskannya proyek normalisasi di Jalan Pangsuma ini dipertanyakan karena tidak jelas sumber pendanaannya. “Kalau dipasang plang proyek tentu semua akan mendapatkan informasi yang jelas. Jadi wajar jika kita pertanyakan, karena warga mengaku juga tidak mengetahuinya,” jelasnya.

Bahkan kata Darwis yang juga mantan Anggota DPRD Mempawah ini menduga jika proyek normalisasi saluran di Pangsuma berasal dari pengalihan Proyek Normalisaai Djohansyah Bakri – Parit Maelot.

” Dalam APBD Mempawah Tahun 2015 tidak ada kegiatan normalisasi di Pangsuma yang ada Djohansyah Bakri-Parit Maelot dengan alokasi dana Rp 200 juta,” tuturnya.

Dari rencana kegiatan tahun 2015 ini proyek normalisasi di Djohansyah Bakri malah sampai saat ini belum dikerjakan. “Sampai sekarang belum ada proyek normalisasi di Djohansyah Bakri padahal hampir masuk pada triwulan keempat. Jadi saya menduga proyek Djohansyah Bakri dialihkan ke Pangsuma,” tegasnya.

Dijelaskannya pelaksanaan nornalisasi saluran di Pangsuma selain diprotes warga bahkan sempat  dihentikan. “Pengalihan ini jelas pelanggaran dan mestinya ada tindakan hukum dari aparat,” ungkap Darwis./M.us/so/red-PKP

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *