Program Timang Sannong Permudah Masyarakat Miliki Akta

POSTKOTAPONTIANAK.COM– SAMBAS !! Salah satu bentuk program kegiatan Pemda Sambas  dalam rangka memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memberikan NIK ( Nomor Induk Kependudukan ) dan Akta Kelahiran adalah  bentuk Program Timang Sannong Dapat Akta (  TSDA ).

Foto : Ilustrasi/Ist
Foto : Ilustrasi/Ist

Bentuk dari program kegiatan ini adalah bagi ibu hamil yang melahirkan di Puskesmas atau Rumah Sakit maka NIK dan Akta Kelahiran bayinya langsung diurus oleh pihak penolong kelahiran dengan menyertakan persyaratan yang dintentukan.

Dimana pihak Puskesmas atau Rumas sakit penolong kelahiran berkas tersebut langsung dikirim ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil melalui aplikasi TSDA secara Online, sehingga dalam waktu singkat bayi yang lahir tersebut bias langsung mendapatkan NIK dan Akta Kelahiran tanpa harus pergi ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

Program ini sudah berlangsung satu tahun dan telah menerbitkan kurang lebih 1400 Akta Kelahiran, singgung Drs.H.Sunaryo Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Sambas dalam acara Sosialisasi Percepatan Peningkatan Cakupan Kepemilikan Akta Kelahiran Anak Usia 00-18 tahun.

Sementara itu Bupati Sambas dr. Hj. Juliarti H. Juhardi Alwi, MPA, mengatakan bahwa administrasi kependudukan sebagai suatu system, bagi penduduk diharapkan dapat memberikan pemenuhan atas hak administrative penduduk terhadap pelayanan public serta memberikan perlindungan yang berkenaan dengan penerbitan dokumen kependudukan tanpa adanya perlakuan yang diskriminatif.

Juliarti menegaskan, melalui peran aktif pemerintah dan pemerintah daerah maka diharapkan Percepatan Cakupan Kepemilikan Akta Kelahiran merupakan salah satu bukti keseriusan pemerintah untuk memberikan dokumen kependudukan kepada masyarakat sesuai Permendagri nomor 9 tahun 2016.

Dihadapan para Forkipinda, penyelenggara teknis kependudukan dan seluruh Kepala Desa se Kabupaten Sambas Bupati juga meminta keseriusannya agar memberikan pelayanan public yang profesional dan berperan aktif memningkatkan kesadaran masyarakat dalam pelaksanaan administrasi kependudukan.

Drs.H Sunaryo menjelaskan, bahwa target nasional Tahun 2015-2019 telah ditetapkan yaitu sebesar 75% bagi anak usia 00-18 tahun. Sementara di Kabupaten Sambas untuk anak berusia 00-18 tahun berjumlah 213.077 jiwa, sementara yang memiliki Akta Kelahiran baru 86.705 jiwa(data kosolidasi Kemendagri Sem II 2015).

Artinya, lanjut Sunaryo masih terdapat 126.372 anak yang berusia 00-18 tahun  yang belum mempunyai Akta Kelahiran.Makanya dalam hal ini Bupati Sambas menekankan tiga hal yakni

1.Memberikan acuan bagi Pemda dalam penyelenggaraan pelaporan dibidang administrasi kependudukan.

2.Meningkatkan pelaksanaan tertib administrasi kependudukan.

3.Memberikan gambaran persoalan danpenyelesaiannya atas pelaksanaan administrasi kependudukan./Luk

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *