Profil Relawan Komunitas Peduli Asean dan Kegiatan Pertemuan Nasional

POSTKOTAPONTIANAK.COM – JAKARTA ! Komunitas Peduli ASEAN (KAPAS) berdiri 22 Januari 2010. Sejak 2012 lewat medsos, KAPAS mengusung moto “Setiap Kita Adalah Diplomat”. ASEAN bukanlah organisasi supra nasional atau negara diatas negara, akan tetapi ASEAN adalah sebuah komunitas negara yang bekerjasama atas dasar saling menguntungkan rakyat pada tiap negara. Kesepakatan-kesepakatan ASEAN yang merugikan Indonesia baik sekarang atau di masa akan datang seharusnya dikaji ulang, jika ternyata terbukti merugikan, maka sebaiknya kesepakatan itu diperbaiki atau dibatalkan. Masyarakat Indonesia sebagai bagian terbesar dari ASEAN harus melakukan kontrol yang kuat.

KAPAS aktif dalam diskusi di berbagai kampus di Indonesia. Terakhir Hari minggu lalu, relawan KAPAS dan Komunikonten melakukan proklamasi penggunaan media sosial untuk kepentingan nasional di Bunderan Hotel Indonesia, Jakarta.

Isi Proklamasi itu adalah: Proklamasi, Kami generasi muda Indonesia, dengan ini menyatakan siap mengisi kemerdekaan dan  membela kepentingan nasional Indonesia. Adapun mengenai media sosial, kami akan terus menggunakannya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, membahagiakan warga, melindungi segenap warga bangsa, mempertahankan keutuhan NKRI, melawan propaganda radikalisme dan separatisme, dan ikut serta mempromosikan pariwisata, kuliner, budaya, musik dan produk-produk lokal Indonesia.

Sebelumnya KAPAS juga mengkampanyekan penggunaan kaos dan medsos untuk promosi kuliner, pariwisata, budaya dan produk-produk lokal Indonesia di Car Free Day, Jakarta. Kegiatan ini selalu mendapat dukungan dari warga.

Kaos dan medsos adalah dua media promosi yang sangat efektif, ada 514 Kota/Kab di Indonesia, banyak yang belum memaksimalkan kaos dan medsos, tadi pagi kita mengajak pengguna car free day untuk menggunakan kaos bertuliskan nama Provinsi, Kota, Kabupaten atau kaos bertuliskan kuliner dan tujuan wisata di Indonesia, moga aksi ini menginspirasi banyak daerah untuk memaksimalkan kaos dan medsos, terima kasih juga atas bantuan teman-teman Jurnalis, sepertinya yang begini baru pertama kali ada,” jelas Hariqo Wibawa Satria

Relawan Komunitas Peduli ASEAN meyakini bahwa hari ini hakikatnya semua kita adalah diplomat, tugas memperjuangkan kepentingan nasional adalah tugas bersama. Diplomat bukan semata mereka yang kuliah di jurusan HI, atau yang bekerja di KBRI, tapi semua kita adalah diplomat. Itulah salah satu landasan pikir kegiatan promosi Indonesia ini, kita semua bahkan dengan sukarela iuran untuk kegiatan ini, mari gotong royong kita promosikan Indonesia, manfaatkan kaos dan medsos kita untuk mempromosikan Indonesia./*AL/DN-PKP

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *