Pradi Mengapresiasi Terbentuknya Komunitas UBI

POSTKOTAPONTIANAK.COM

UBI Adalah Wadah Kreatifitas Orang Mini

( Pradi dan Ucok Baba./ist )

DEPOK – Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna mengungkapkan, bahwa dirinya mengapresiasi terbentuknya Komunitas Unik Berkarya Indonesia (UBI) yang didirikan Usnan Batubara atau lebih dikenal dengan Ucok Baba, pada 6 Februari bahkan telah disahkan oleh Kemenkumham pada tanggal 27 Februari 2017 lalu.

“Jadi, Unik Berkarya Indonesia (UBI) ini adalah sebagai wadah kreatifitas orang mini. Dengan adanya wadah ini, orang-orang yang tergabung didalamnya dapat menuangkan kreatifitasnya serta dapat menunjukkan kemampuan atau skilnya masing-masing,” ungkap Pradi kemarin di Balaikota.

Pradi menjelaskan, bahwa tidak ada satupun manusia yang ingin dilahirkan dengan kondisi berbeda, namun lahir dengan tubuh yang mini juga bukan merupakan suatu penghalang untuk terus berkarya dan memberikan yang terbaik. Dirinya berharap para orang mini terus mengasah kemampuannya agar mampu bersaing di dunia kerja.

“Sekali lagi, bahwa saya sangat mengapresiasi dengan komunitas ini. Bahkan saya dengar dari sekian banyak orang mini juga ada yang sarjana, ini membuktikan bahwa secara akademis orang mini juga tidak berbeda dengan orang normal pada umumnya. Terus semangat dan berkarya menunjukkan kemampuan yang dimiliki,” jelas Orang nomor dua di Kota Depok itu.

Sementara ditempat yang sama, Ketua komunitas Unik Berkarya Indonesia (UBI)Usnan Batubara atau lebih dikenal dengan Ucok Baba membenarkan, bahwa Komunitas Unik Berkarya Indonesia (UBI) yang didirikan pada 6 Februari dan telah disahkan oleh Kemenkumham pada tanggal 27 Februari 2017 lalu.

“Jadi alasan saya membentuk komunitas ini ialah untuk memperjuangkan hak-hak orang mini, dimana masih banyak yang mendapat perlakuan diskriminatif dan termajinalkan. Kendati demikian sebagai Warga Negara Indonesia, kami orang mini telah menjalankan kewajiban kami seperti membayar pajak dan lain-lain, tapi kami merasa hak-hak kami sebagai warga negara belum terpenuhi seutuhnya,” ujar pria kelahiran 10 Mei 1972 itu.

Ucok Baba mengungkapkan, bahwa kebanyakan orang-orang mini sulit mendapat pekerjaan karena dipandang sebelah mata oleh sebagian orang. Karena kami dianggap tidak punya keahlian, padahal kami tidak berbeda dengan orang lain secara kemampuan, bahkan orang mini juga ada yang sarjana.

“Namun sebagian besar dari kami sulit mendapat pekerjaan karena kurangnya kesempatan, dimana sebagian besar persyaratan melamar pekerjaan mencantumkan persyaratan tinggi badan. Jadi kami berharap kedepannya orang-orang mini bisa lebih mendapat perhatian dan mendapatkan kesempatan kerja dan perlakuan yang sama dengan orang pada umumnya,” ungkapnya. (Faldi)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *