Polsek Sui Pinyuh Berasil Ringkus Pelaku Pengeniayaan Dua Wanita

Foto : Pelaku sedang menjalani proses pemerikdmsaan./ har.

POSTKOTAPONTIANAK.COM

( Sungai Pinyuh ), Mempawah – Dalam waktu kurang dari 24 jam, Polsek Sungai Pinyuh berhasil meringkus pelaku penganiayaan terhadap dua wanita di Kantor Koperasi Maduma, Gang Mitra Indah, Sungai Pinyuh. Pelaku ditangkap disebuah rumah di Gang Muria, Pontianak Barat, Selasa (2/10) sekitar pukul 21.00 WIB.

Kapolsek Sungai Pinyuh, Kompol Sunaryo membenarkan penangkapan itu. Kapolsek mengatakan keberhasilan jajaranya membekuk pelaku penganiayaan bermula dari upayanya menyebarkan foto pelaku melalui jaringan Polres Bengkayang dan Polresta Pontianak. Pihaknya juga menerjunkan dua tim untuk berkoordinasi dengan Polres Bengkayang dan Polresta Pontianak.

Dari upaya itulah, pihaknya mendapatkan informasi jika seorang warga yang memiliki ciri-ciri mirip dengan pelaku terlihat berada di Jalan Hasanuddin, Gang Muria, Pontianak Barat. Selanjutnya, Polsek Sungai Pinyuh berkoordinasi dengan Polsek Pontianak Barat untuk melakukan pengintaian.

Alhasil, petugas pun memastikan jika sosok pria tersebut mirip dengan ciri-ciri pelaku penganiayaan terhadap dua korban wanita di Sungai Pinyuh. Sekitar pukul 21.00 WIB, petugas pun melakukan penangkapan terhadap pria yang diduga pelaku penganiayaan itu.

“Pelaku bernama Ben Yulius Mario (29) warga Nusa Tenggara Timur (NTT). Saat ini, pelaku sudah kita amankan dan sedang menjalani pemeriksaan,” tutur Kapolsek.

Dari hasil pemeriksaan sementara, ungkap Kapolsek, pelaku belum mengakui perbuatan penganiayaan yang dilakukannya terhadap dua korban di Kantor Koperasi Maduma, Sungai Pinyuh.

“Pelaku belum mengakui perbuatannya. Dan kita masih akan terus mendalami data serta barang bukti dalam kasus ini,” tegasnya.

Sunaryo menyebut, kasus penganiayaan itu telah dilaporkan oleh Ignasius Nyangko (24) warga Andeng, Kecamatan Sengah Temila yang juga kerabat salah satu korban. Melalui Laporan Polisi Nomor : LP/B/214/X/Res.1.6/2018/Kalbar/Res.Mpw tertanggal 2 oktober, polisi menindaklanjuti dengan mengejar pelaku penganiayaan.

“Korban bernama Vika Siska (22) warga Sontas, Entikong dan Andriani (18) warga Senakin. Kedua korban mengalami luka robek pada kepala,” paparnya.

Penganiayaan itu terjadi ketika pelaku mendatangi Kantor Koperasi Maduma yang merupakan tempat kedua korban bekerja. Saat menyambangi kantor itu, pelaku bertemu dengan korban Vika. Keduanya pun terlibat pertengkaran mulut yang berakhir pada tindak kekerasan. Pelaku tak dapat menahan emosi hingga memukul korban Vika.

Sementara itu, korban Andriani yang melihat rekannya korban Vika mendapatkan penganiayaan, berusaha keluar dari kantor untuk meminta pertolongan. Naas, korban Andriani gagal keluar dari kantor lantaran terjatuh akibat tersandung meja. Tak pelak, korban Andriani yang mencoba kabur itu pun tak luput dari kejaran pelaku dan menghamtan bagian kepala korban dengan benda tumpul.(rls-har)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *