Polres Kapuas Hulu Amankan 1.2 Ton Gula Rafinasi Asal Negeri Jiran

Petugas Reserse bersama barang bukti di gudang milik tersangka HUS. Di Jalan Umar Juned Semitau Kapuas Hulu./Foto : dok Humas
Petugas Reserse bersama barang bukti di gudang milik tersangka HUS. Di Jalan Umar Juned Semitau Kapuas Hulu./Foto : dok Humas

PONTIANAK ! POSTKOTAPONTIANAK.COM ~ Kepolisian Resort Kapuas Hulu Saptu ( 15/10) malam, mengamankan 1.2 Ton gula rafinasi asal Sarawak Malaysia Timur, di Gudang milik tersangka H.Us (47 th), di Jalan Umar Juned Desa Semitau Kecamatan Semitau Kabupaten kapuas Hulu.

Menurut Kabid Humas Polda Kalimantan Barat Kombes Pol Drs. Suhadi Sw. M.Si, penangkapan Gula Rafinasi berawal dari Informasi Masyarakat, bahwa di desanya ada kegiatan pembongkaran gula Rafinasi yang diduga dari Malaysia, mendapat informasi seperti itu Kapolres Kapuas Hulu AKBP Sudarmin S.Ik SH MH, mengumpulkan anggota Satuan Reserse untuk diberikan arahan agar dalam melakukan penangkapan tidak menimbulkan gejolak, akhirnya Tim berangkat ke Semitau untuk mengecek kebenaran Informasi, setelah dilokasi ternyata benar. Tim menemukan gula pasir Rafinasi sebanyak 1.2 Ton terdiri dari 210 bungkus, setiap bungkusnya berisi 1 kilo gram, 67 kantong besar masing berisi 12 kilo gram dan 4 karung gula merk GPT masing masing 50 kilogram.

Terhadap tersangka dikenakan paaal 197 jo 106 Undang Undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan pidana paling lambat 15 tahun dan denda paling banyak 1.5 Milyard dan pasal 62 ayat 1 jo paaal 8, undang undang nomor 8 tahum 1999 tentang perlindungan konsumen, dengan ancaman hukuman 5 tahun atau pidana denda paling banyak 2 Milyard, jelas Suhadi

Secara terpisah Kapolda Kalbar Irjen Pol Drs. Musyafak, SH. MM mengungkapkan bahwa saat ini Bangsa Indonesia termasuk Kalimantan Barat, sedang menghadapi perang Proxy, perang tanpa mengangkat senjata, tetapi dengan menggunakan pihak ketiga seperti melemahkan Bangsa Indonesia melalui Narkoba, melalui Gula Rafinasi, melalui daging Yang belum bebas dari penyakit mulut dan kuku.

Kondisi ini ternyata tidak disadari oleh Masyarakat, mereka masih saja mengkonsumsi gula Rafinasi yang dapat menimbilkan berbagai penyakit diantaranya Diabetes melitus atau kencing manis, belum lagi daging yang belum bebas dari penyakit mulut dan kuku, kesemuanya jika dikonsumsi oleh warga masyarakat, maka yang akan terjadi adalah melemahnya etos kerja dan menurunnya produktifitas kerja, kata Musyafak.

Lanjutnya, belum lagi dengan masuknya Narkoba melalui Kalimantan Barat, akan berimplikasi atau berdampak terhadap berbagai persoalan yang terjadi Di Kalimantan Barat, diantaranya penyakit HIV/ AIDS, timbulnya kejahatan berdemensi baru, termasuk kejahatan Konvensional.

Karenanya Kapolda mengajak warga masyarakat untuk meninggalkan kebiasaan mengkonsumsi gula rafinasi, lebih baik menggunakan gula Indonesia yang sudah dijamin Hygienenya, himbau Irjen Pol Drs. Musyafak, SH. MM./Hms

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *