PETI Bukit SIGOLER Kembali Makan Korban

Lokasi Pertambangan Emas Tanpa Ijin (PETI). (foto:luxam-PKP)
Lokasi Pertambangan Emas Tanpa Ijin (PETI). (foto:luxam-PKP)

POSTKOTAPONTIANAK.COM, SAMBAS-Untuk memenuhi kebutuhan hidup yang lebih baik dengan upah atau gaji yang memadai memang sulit didapat, itu hanya ada dalam mimpi terang Japrik salah satu pelaku Pertambangan Emas Tanpa Ijin (PETI), kepada Postkotapontianak.com.

Guna mencukupi keperluan sehari-hari bukan hanya sekedar mengisi perut, banyak tuntutan kehidupan yang harus kami penuhi, lanjutnya pula.

“ Kami harus bayar BPJS, listrik, biaya sekolah dan kuliah anak semua problema yang sangat dilematis bagi kami, salah satu dengan terpaksa kami harus memilih bidang kerja mencari emas secara illegal ini meskipun nyawa sebagai taruhannya. Mau tidak mau dibanding jadi buruh kebun sawit yang hasilnya untuk beli lauk saja tidak mencukupi,” paparnya pada wartawan.

Jatuhnya korban akibat tertimbun tanah longsor ini mungkin sudah mencapai belasan orang sejak lokasi ini dibuka yakni lokasi Desa Batu Makjage yang berbatasan langsung dengan Desa Serindang dan Kecamatan Selakau Kabupaten Sambas. Tercatat tanggal 8 maret kemarin, satu lagi korban tertimbun tanah longsor dan tewas dilubang penggalian sedalam 7 meter, inilah resiko kami terang salah satu warga.

Kali ini korban atas nama Kamaludin Bin Najimi usia 25 tahun asal Desa Serindang, kebanyakan korban yang tewas akibat tertimbun longsoran tanah karena korban berada didalam lubang galian yang bisa mencapai 8 sampai dengan 15 meter dan berdiameter 70 sampai dengan 100 Cm. Mereka menyelam mencapai kedalaman 8 atau 15 meter dengan menggunakan kompresor sebagai peralatan pernapasan.

Kapolsek Tebas AKP Agus Dwi Cahyo saat ditanyakan, perihal kejadian ini mengaku tidak tahu bahkan tidak ada anak buahnya yang melapor, bahkan berterima kasih pada wartawan “Postkotapontianak.com” , yang telah memberikan informasi padanya.

Menurut Kapolsek Tebas, bahwa dirinya dan anggota sebelumnya sudah melakukan penyisiran kelokasi tersebut sesuai atensi dan perintah Kapolres Sambas dan sudah dilarang agar tidak melakukan kegiatan, namun kita kan tidak mungkin menjaga mereka sampai 24 jam disitu, ujarnya.

Salah satu warga bernama Japrik yang juga pelaku peti mengaku sudah stop melakukan penambangan sejak sejak Senin 28 Februari 2015 sesuai arahan dari Kapolsek Tebas, waktu beliau melakukan pembinaan dilokasi peti bulan lalu. Namun sangat disayangkan salah satunya yakni Hendrik warga Pelanjau justru masih beraktifitas menambang emas, maka jatuhlah korban bernama Kamaludin tersebut.

Kepala Desa Serindang Kecamatan Tebas Suardi membenarkan, bahwa salah satu warganya bernama Kamaludin Bin Najimi usia 25 telah tewas tertimbun lonmgsor dilubang/sumur penggalian emas tanpa ijin di Desa Bukit Sigoler yang berdampingan langsung dengan desa kami Serindang, dan mayatnya sudah dimakamkan pada Senin (9 Maret 2015), jelas Suardi.(Lukman Hakim)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *