Petani Semabi Diminta Pertahankan Produksi Padi

Panen raya : Panen raya padi di Desa Semabi. Dikenal sebagai lumbung padi, petani Semabi diharapkan mampu meningkatkan produktivitas panen dari tahun ke tahun.

Panen raya di Desa Semabi.(foto:yahya)
Panen raya di Desa Semabi.(foto:yahya)

POSTKOTAPONTIANAK.COM, SEKADAU-Desa Semabi, Kecamatan Sekadau Hilir selama ini dikenal sebagai penghasil durian top. Tak hanya durian, gula aren khas Mungguk Betung ala Semabi juga sangat termasyur. Tak heran ada yang menyebut tanah Semabi sebagai tanah Surga karena kesuburannya. Beberapa tahun terakhir, Semabi pun mulai dikenal sebagai sentra penghasil beras. Ini karena hasil panen padi yang selalu melimpah setiap tahunnya.

Selasa (10/3/2015) siang usai hujan lebat yang mengguyur seantero wilayah Bumi Lawang Kuari, puluhan orang berkumpul di areal persawahan di Desa Semabi. Dengan mengenakan tanggui-penutup kepala khas Sekadau serta memegang celurit-orang-orang ini tampak sibuk menebas batang-batang padi yang telah menguning di persawahan.

Diantara gerombolan orang, terlihat Komisaris Polisi Yohanes Andis, Wakapolres Sekadau. Didampingi beberapa perwira dari Polres Sekadau serta Muspika Sekadau Hilir, Andis ikut bersama warga Semabi melakukan panen raya.

Areal persawahan Semabi atau yang dikenal dengan sebutan Semabi komplek memang menjadi salah satu lumbung padi bagi Kabupaten Sekadau. Disebut lumbung padi karena areal persawahan ini mampu memproduksi padi dalam jumlah besar setiap kali panen. Beras hasil panen ini biasanya diedarkan di pasaran. Kualitas berasnya pun sudah diakui masyarakat.

Kemarin saja-untuk tahun tanam rendengan-dari 254 hektar lahan persawahan yang digarap oleh 14 kelompok tani mampu menghasilkan gabah sebanyak 642 ton. Jika dikalkulasikan, per hektar lahan bisa memproduksi padi hampir 3 ton.

Petani di Semabi sejauh ini menerapkan pola tanam musim gadu dan musim rendengan. Dalam satu tahun, para petani melakukan dua kali panen.

“ Semangat gotong-royong yang dianut para petani dalam menggarap lahan perlu dipertahankan karena menunjukkan ciri bangsa Indonesia. Mudah-mudahan hasil pertanian bisa ditingkatkan dan predikat Semabi sebagai lumbung padi  bisa dipertahankan,” ujar Wakapolres Sekadau, Kompol Yohanes Andis di sela panen raya.

Dalam momen itu, Andis tak lupa mengingatkan masyarakat untuk bersama-sama memelihara keamanan dan ketertiban lingkungan serta mewaspadai tindak kejahatan.
“Selalu waspada akan potensi tindak kejahatan. Ini di Semabi saya lihat masih banyak pohon durian, tolong jangan ditebang,” pesan Andis.

Sementara, Camat Sekadau Hilir Hermanto yang juga ikut dalam panen raya mengingatkan agar para petani tak jemawa dengan predikat lumbung padi yang melekat selama ini.  “ Diusahakan agar semakin tahun semakin meningkat,” tutur Hermanto.

Caranya, sambung Hermanto, bisa dengan meningkatkan tahun tanam yang semula dua kali setahun menjadi tiga kali. “Kalau bisa tiga kali dalam setahun akan lebih baik. Kemudian berasnya kalau bisa dikemas dalam karung dan diberikan merk, baru dijual di pasar supaya kelihatannya lebih komersil,” saran Hermanto.(Yahya PKP)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *