Perusahaan di Mempawah Langgar Perizinan

WAJOK-Post Kota Pontianak. Anggota DPRD Kabupaten Mempawah melaksanakan kunjungan kerja (kunker) di sejumlah perusahaan di wilayah Kecamatan Siantan, Selasa (10/5). Dari kunker itu ditemukan perusahaan-perusahaan yang melanggar aturan perizinan.

Anggota DPRD Mempawah ketika melaksanakan kunker./ foto : Leo A/PKP
Anggota DPRD Mempawah ketika melaksanakan kunker./ foto : Leo A/PKP

“Ada lima perusahaan yang kita kunjungi dalam pelaksanaan kunker ini. Hasilnya, ternyata banyak perusahaan yang melanggar aturan perizinan. Perusahaan ini banyak yang tidak melengkapi, bahkan ada yang sama sekali tidak mengantongi izin,” ungkap Anggota DPRD, Darwis, SH, MH disela-sela kunker.

Seperti, Darwis menyebut perusahaan berinisial UKK di Kecamatan Siantan yang sama sekali tidak memiliki satu pun perizinan. Sedangkan perusahaan itu sendiri diketahui telah beroperasi di Kabupaten Mepawah sejak tahun 2014 silam.

“Perusahaan-perusahaan yang tidak memiliki perizinan, tentu masuk dalam kategori ilegal. Setiap sesuatu yang ilegal harus ditindak tegas. Kami menyarankan agar Pemerintah Kabupaten Mempawah menutup perusahaan ilegal tersebut,” cecarnya.

Bukan hanya itu, masih menurut Darwis, masih banyak perusahaan-perusahaan yang terbukti  belum melengkapi perizinan usaha. Seperti tidak mengantongi UPL-UKL, tidak ada IMB, tidak membayar PBB dan pelanggaran lainnya.

“Ini membuktikan lemahnya kinerja instansi terkait dalam melaksanakan fungsi pengawasan dilapangan. Kondisi ini menyebabkan kerugian terhadap daerah. Karena, banyak potensi pendapatan yang los akibat ketidakpatuhan terhadap  aturan,” tukasnya.

Kunker tersebut dipimpin Ketua Komisi III, H Rusli Abdullah dan melibatkan sejumlah SKPD seperti Dinas Sosnakertrans, Dinas Perindagkoptamben, BLHPBD, Dinas PU, KPT dan Satu Polisi Pamong Praja, Camat Siantan dan Kades Wajok Hulu.(Leo. A/Din-PKP)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *