PENEGAKAN HUKUM BERJALAN LAMBAT

Iswandi./PKP
Iswandi./PKP

POSTKOTAPONTIANAK.COM ! MEMPAWAH-Aktivis LSM Mempawah Iswandi menilai, reformasi di bidang hukum selama 17 tahun masih berjalan di tempat khususnya di Mempawah

Bahkan lembaga-lembaga penegak hukum di negeri ini cenderung dikendalikan oleh kekuasan eksekutif, kata Iswandi, di Mempawah, Jumat.

Dia mengemukakan pendapat itu atas keprihatinannya pada perjuangan reformasi dan perkembangan penegakan hukum di negara ini.

“Menurut pandangan saya, penegakan hukum masih berjalan di tempat. Konflik Polri dan KPK serta adanya plt KPK sebagai salah satu petunjuk bahwa penegakan hukum kita masih berada di bawah kekuasaan eksekutif,” katanya.

Dia mengatakan, satu-satunya hal yang mengembirakan rakyat bangsa ini setelah reformasi 1998 adalah pemerintah konsisten dalam melaksanakan hukuman mati terhadap terpidana narkoba.

Iswandi , yang menilai, tidak ada perubahan signifikan dalam bidang hukum, bahkan lebih buruk setelah 17 tahun perjalanan reformasi.

“Setelah 17 tahun reformasi, saya melihat tidak ada perubahan di bidang hukum. Malah lebih buruk dari sebelum reformasi 1998,” kata Iswandi.

Menurut dia, tidak ada kemajuan-kemajuan yang berarti dalam proses penegakan hukum di Kabupaten Mempawah, bahkan produk hukum yang dilahirkan selama 17 tahun terakhir inipun sangat buruk.

Dalam kaitan dengan produk hukum, kata dia, banyak produk hukum yang dibuat sangat buruk sehingga terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu.

Bahkan ada produk hukum yang belum diberlakukan tetapi sudah mengalami perubahan hanya untuk mengakomodir kepentingan para elit politik, katanya.

Kasus lain adalah penegakan hukum masih tembang pilih, di mana kasus-kasus yang melibatkan orang besar mengalami proses hukum yang sangat lama, bahkan bertahun-tahun. Bahkan terindikasi dipeti es kan

Sementara kasus hukum yang menjerat orang-orang kecil langsung ditangkap dan ditahan, katanya.
Artinya masih banyak sekali terjadi ketidakadilan dalam penegakan hukum, kata mantan Ketua OSIS SMA Negeri 1 Mempawah ini./PKP

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *