Pemuda Peduli Tenaga Kerja Indonesia Sambas Terbentuk

Pembentukan PP-TKI Kab.Sambas,  di Caffe Dangau Mawar Danau Sebedang Sebawi Sambas./ lux
Pembentukan PP-TKI Kab.Sambas, di Caffe Dangau Mawar Danau Sebedang Sebawi Sambas./ lux

POSTKOTAPONTIANAK.COM ! SAMBAS-Bertempat di Caffe Dangau Mawar Danau Sebedang Sebawi Sambas, lebih dari 50 orang pemuda yang diantaranya adalah TKI, pembawa TKI serta unsur pemuda lainya yang juga dimotori oleh Lembaga Swadaya Masyarakat Tim Peduli Indonesia Kabupaten Sambas menggelar rapat pembentukan organisasi yang mereka beri nama Pemuda Peduli Tenaga Kerja Indonesia Kabupaten Sambas (PP-TKI Kab. Sambas).

Terpilih sebagai ketua umum Purdi.SH yang kemudian dibantu oleh 4 orang ketua yaitu Ketua 1.Subono, Ketua II. Uray Iwan, Ketua III. Roy Effendi, Ketua IV.Lukman Hakim, sebagai kelengkapan organisasi juga di bantu oleh Sekretaris umum Muhammad Mirza, Wasekum Muslimin, Bendahara Midan dan Marten.

Selain itu akan dilengkapi juga dengan koordinator lapangan yang nantinya akan terdiri dari 5 koordinator lapangan.

Menurut Purdi SH sang Ketua Umum terpilih mengatakan, bahwa dengan terbentuknya organisasi ini tentunya akan menjadi perpanjangan pemerintah daerah untuk membantu menyelesaikan segala permasalahan dan carut marut yang dirasakan maupun yang terbebani oleh TKI kita Kabupaten Sambas khususnya yang ke Malaysia.

Adanya birokrasi TKI yang berbelit-belit hal ini bisa menghambat orang yang tadinya mau kerja secara legal menjadi ilegal, beber Purdi SH.

Subono sebagai Ketua I juga berharap agar Perda tentang Traficking dan ketenaga kerjaan harus pro Rakyat, jangan hanya berupa kepentingan sepihak, ketika TKI kita ada masalah kami sulit mau berharap pada siapa, ketika sudah ribut ribut di media baru pemerintah setempat kasak kusuk seakan memberikan perhatian, hal senada juga disampaikan oleh Muhammad Mirza salah satu pemuda yang juga biasa membawa TKI ke Malaysia.

Selain itu Muslimin salah satu Pemuda asal Desa Sengawang Kecamatan Teluk Keramat meminta pihak Pemda Sambas agar mau dekat dengan kami, diajak ngomong, diajak berkawan jangan hanya formalitas saja, marilah duduk bersama membicarakan ini agar bisa saling nyambung anatara rakyat dengan pemerintah setempat bebernya ber api api.

Pihak Pemda Sambas yang dalam hal ini Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang diwakili oleh Kabid Ketenagakerjaan dan Pelatihan Hasburahman SH menyambut baik pembentukan organisasi ini.

Namun Hasburahman juga mengingatkan bahwa hanya ada 2 pelaksana yang resmi menangani para TKI yakni Dinas Tenaga Kerja dan PJTKIS yang ada di Kabupaten Sambas ini, mengomentari organisasi yang baru dibentuk ini Hasburahman berharap dapat menginduk ke PJTKIS.

Disisi lain Hasburahman SH juga mengatakan, bahwa untuk penempatan TKI sudah ada payung hukumnya yakni UU N0.39 Tahun 2004,makanya yang sulit dilindungi adalah TLI yang pergi berkerja secara ilegal.

Nanti ujung ujungnya Kepala Desa yang direpotkan, Hasburahman juga mengatakan kepan informasi informasi tentang lowongan teaga kerja akan kita sampaikan kepada masyarakat lewat Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sambas.

Bujang Sugiarto yang pernah malang melintang mengurus TKI di Malaysia berharap keseriusan Pemda dalam hal mengatasi carut marut ini, jangan mau pilkada saja seolah ada perhatian,kita berharap seriuslah ini demi nasib anak anak Kabupaten Sambas kedepan,toh kontribusi mereka dalam menaikan PAD juga tidak kalah pentingnya,cobalah ajak kami kami ini bicara dari hati ke hati pungkasnya pada media ini. /Luk

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *