Pemkot Depok Tidak Menyediakan Balai Wartawan

POSTKOTAPONTIANAK.COM ! DEPOK – Ketua Pembina Depok Media Center, Rusdi Rusdiansyah mengungkapkan, bahwa keberadaan Depok Media Center (DMC), ini adalah komunitas serta wadah para wartawan yang peduli terhadap perkembangan di Kota Depok.

“Artinya, kata media bearti tempat sedangkan kata center mengandung arti sebagai pusat. Sehingga pengertian Media Center, yaitu merupakan tempat pusat pengaksesan informasi dan komunikasi dengan menggunakan fasilitas teknologi yang memadai dan dipergunakan untuk para wartawan yang tergabung didalamnya,” ungkapnya dihadapan sejumlah rekan media baik lokal maupun nasional Jum’at (23/12), di hotel Bumi Wiyata, Depok, Jabar.

Rusdi menjelaskan, bahwa berkumpulnya rekan-rekan DMC ini, banyak hal yang dikupas demi menjaga hubungan yang harmonis antara media dan Pemerintah Kota Depok. Seperti tidak tersedianya Balai Wartawan.

“Maka dari itu, sudah sepatutnya Pemkot memperhatikan ruang kerja yang representatif untuk menunjang kinerja wartawan yang selama ini bertugas liputan Balaikota,” jelasnya.

Rusdi juga mengingatkan, bahwa pihak DMC tidak perlu ada penekanan terhadap Pemkot. “Jadi, kita perlu mengusulkan, kalau diperhatikan terima kasih, tapi kalau tidak ya tidak apa-apa,” imbuh wartawan senior harian Republika itu.

Sementara ditempat yang sama, Ketua DMC Joko Warihyo membenarkan, bahwa rekan-rekan yang tergabung didalam DMC ini, perlunya membahas serta mengupas demi menjaga hubungan yang harmonis antara media dan Pemkot Depok.

“Jadi dari hasil pertemuan ini untuk menyatukan persepsi dan menyikapi kebijakan Pemkot Depok. Bukan keberadaan media untuk diakui oleh pemkot,” ujarnya.

Joko juga mengusulkan agar pemkot tidak memilah-milah warna bendera media yang selama ini menjadi mitra kerjanya. Semua media menurutnya sama-sama mitra kerja pemkot. Baik itu koran harian khusus Depok, nasional, mingguan, bulanan atau media online. Kedepan dia berharap dapat membuat sarasehan dengan pemkot Depok.

“Artinya, Depok itu magnetnya wartawan. Banyak media yang monitor perkembangan di Depok. Karena itu perlu adanya balai wartawan,” imbuh Ketua DMC itu.

Sedangkan wartawan Majalah Multi News, Erna Multiningsih menerangkan, bahwa wartawan harus profesional dan independen. Dikatakannya fungsi media adalah kontrol sosial dan harus netral.

“Jadi, wartawan tak perlu meminta balai wartawan. Bekerja normal saja,” terangnya.

Sedangkan Muhammad Ridwan dari harian koran Sindo menambahkan, bahwa DMC ini, adalah paguyuban yang bagus. Tak salah juga jika mengajukan media center. Tapi sifatnya tidak memaksa,” pungkasnya.

Sementara hal yang sama, wartawan Jurnal Depok, Rahmat Tarmuji, berkeyakinan bahwa balai wartawan yang diimpikan rekan-rekan sejawatnya akan terealisasi pada 2017. Dia berpegang pada janji wakil wakota Pradi Supriatna yang beberapa kali diucapkan di depan media.

“Jadi kita tunggu saja janji pak wakil. Ini tugas kita bersama untuk mengawalnya,” ujarnya.

Rahmat juga berharap DMC ini jadi wadah silaturhami yang bermanfaat bukan hanya untuk anggotanya, tapi juga masyarakat Depok. “Karena itu pentingnya jika ada balai wartawan kelak bisa juga dijadikan tempat untuk masyarakat yang membutuhkan infomasi kota Depok serta menyampaikan informasi minimal di lingkungannya,” imbuhnya yang juga anggota PWI perwakilan di Kota Depok itu.(Faldi/Sudrajat)  //Foto : Ist//

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *