Pemilik Tanah Menangis di Persidangan

Ratiyem binti Ratman memberikan keterangan sebagai saksi./foto:ngadri
Ratiyem binti Ratman memberikan keterangan sebagai saksi./foto:ngadri

POSTKOTAPONTIANAK.COM ! PONTIANAK-Sidang perkara melanggar pasal 167 KHUAP yang di pimpin Hakim Ketua Kusno, SH.MH , Jaksa penuntut umum ( JPU) Aditio Utomo, SH, tersangka HN (35) di pengadilan negeri kota Pontianak jln Sutan Syarif Abdurrahman, Rabu (15/4/2015) pukul 01.30 wib mendengarkan keterangan saksi dari pemilik tanah dan saksi ahli dari Badan Pertanahan kota Pontianak.

Saksi yang pertama kali di berikan kesempatan oleh hakim di dalam persidangan itu Ratiyem Binti Ratman (70) di depan hakim Ratiyem menceritakan dari awal bagaimana tanah yang saat ini di bangun ruko oleh Polycarpus merupakan tanah ahli waris dari kakeknya yang di buktikan surat ADAT pada tahun 1930.

Namun di akui tanah tersebut selama ini tidak di garapnya karena Ratiyem bersama ahli waris yang lain tidak memiliki uang untuk menggarap tanah tersebut sesuai Surat Adat yang di miliki Ratiyem, tanah itu berukuran panjang 360m2 x lebar 45 m2 jumlah 1600m2.

Selanjutnya Ratiyem meminta kepada HN untuk mengurus tanah yang di bangun ruko oleh polycarpus dengan memberikan kuasa

Namun Ratiyem tidak tahu justru HN yang di laporka ke polisi dengan tuduhan memagar tanah milih polycarpus, padahal tanah itu milik saya dan saya tidak pernah menjual kepada polycarpus, ujar Ratiyem sambil menangis di depan Hakim.

Sementara saksi ahli dari Badan Pertanahan Negara kota Pontianak Tuti menjawab banyak tidak tahu dari beberapa pertanyaan oleh hakim, Tuti hanya di minta oleh polisi untuk menjadi saksi ahli, dan kapasitas saya hanya menjelaskan tentang sertipikat yang di miliki Polycarpus memang benar polycarpus ada memiliki sertipikat dan kalau mengenai asal usul tanah itu dari mana saya tidak tahu.

Selanjutnya untuk sidang yang akan datang Tuti diminta membawa warkah dan meminta kepada Jaksa agar menghadirkan saksi dari BPN yang bisa menunjukan tanah yang di pagar HN apakah benar tanah itu tanah Polycarpus yang di pagar tersangka sembari menutup sidang.

Rizal Karyansyah,SH, Selaku pangacara HN menilai keterangan saksi ahli dapi BPN tidak berbobot dan tidak profisioanl, klean saya ini dilaporkan oleh Polycarpus ke Polisi dengan tuduhan melanggar pasal 167 KUHAP memagar tanah Polycarpus padahal tanah yang dipagar HN itu tanah Ratiyem binti Ratman.

Sementara saksi ahli yang diminta Polisi menjelaskan di depan hakim seperti ini seharusnya saksi ahli bisa menjelaskan dari mana sertipikat atas nama Polycarpus bisa terbit, ketika awal berproses hingga terbit sertipikat tentu harus jelas, dari siapa Polycarpus tanah itu di beli, desa mana yang menerbitkan Surat Pernyataan Tanah (SPT), Siapa saksi Barat , Timur, Utara, Selatan yang berbatasan dengan tanah Polycarpus atau istilah keren nya “WARKAH” didalam persidangan nanti saya meminta BPN yang di minta Polisi untuk menjadi saksi ahli menunjuk dan di mana tanah Polycarus, tegasnya.

Sementara itu, Zainundin selaku pangacara polycarpus membantah, kalau tanah yang di pagar oleh HN tanah ahli waris Ratiyem, tanah itu milik Polycarpus yang di beli dari anggota DPRD tapi anggota DPRD itu sekarang sudah meninggal dan tanah itu ada bukti otentiknya berupa sertipikat./dri/PKP

 

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *