Pemerintah Harus Patuh Pada Hasil Musrembang

POSTKOTAPONTIANAK.COM, NGABANG– Musrembang tingkat Kecamatan Ngabang sudah selesai digelar tanggal 26 Februari 2015, kini masuk Tek foto, Yohanes, Kades Hilir Kantor Kecamatan Ngabang.(ya'sdn)pada musrembang tingkat Kabupaten Landak. Terhadap pelaksanaan musrembang, Kepala Desa Hilir Kantor, Yohanes, Sabtu pekan, meminta agar hasil yang telah disepakati dalam musrembang jangan sampai di coret oleh kepentingan politik. Bila itu terjadi maka yang pertama sudah melanggar aturan dan sangat merugikan masyarakat serta telah mengecewakan masyarakat yang berharap sangat terhadap pembangunan yang telah diusulkan dalam musrembang tersebut.

Ia menambahkan, sebagai Kepala Desa dia punya hak untuk mengingatkan semua pihak agar patuh terhadap aturan yang berlaku. Apalagi usulan pembangunan yang di sepakati dalam musrembang itu sudah di sepekati dimuali dari musrembang tingkat Desa, naik lagi pada musrembang tingkat Kecamatan. DPRD dapil Ngabang-Jelimpo juga sudah tau akan hal itu. Oleh karena itu kita minta agar DPRD dapil Ngabang –Jelimpo dapat mengawal usulan yang telah disepakati dalam musrembang agar dapat dilaksanakan sesuai dengan harapan masyarakat.

Yohanes mengingatkan, agar musrembang tahun 2015 ini jangan sampai sama dengan musrembang tahun sebelumnya, banyak usulan yang telah disepakati dalam musrembang, tapi dalam pelaksanaannya nihil alias kosong, semua tergeser oleh kepentingan politik. “  Usulan pembangunan yang sudah masuk dalam musrembang apalagi sudah menjadi skala prioritas yang disepakati dalam musrembang harus dapat terlaksana dengan baik, jangan sampai dicoret, ” pintanya.

Ia mengatakan, adapun usulan skala prioritas untuk Desa Hilir Kantor pada tahun 2015 ini yang dimasukan dalam musrembang tahun 2015  sebanyak 6 skala prioritas pembangunan, meliputi pembangunan infrastruktur jalan baik pembangunan jalan baru maupun peningkatan jalan yang sudah ada. Kemudian pembangunan rumah sekolah maupun perehapan rumah sekolah, seperti Paud, SD, SMP, SMA. Pembangunan Postu, Posyandu. Kemudian sertifikat Porna. Dan Perbedayaan Perempuan seperti peningkatan perkonomian, perikanan, perkebunan, yang tujuannya untuk  ketahanan pangan.(ya’sahdan)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *