Pelaksanan Salat Idul Adha di Terminal Lawang Kuari

*PHBI dan DMI Lakukan Pendataan Hewan Kurban

SEKADAU ! POSTKOTAPONTIANAK.COM – Pelaksanaan salat Idul Adha 1437 hijriah dipusatkan di terminal Lawang Kuari Kota Sekadau, pada Senin (12/9). Ratusan masyarakat berbondong-bondong datang untuk melaksanaan salat yang diimami oleh Bahtiar berjalan dengan khidmat dan lancar dan bertindak sebagai khatib adalah Muslimun. Tahun ini, Panitia Hari Besar Islam (PHBI) dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Sekadau akan melakukan pendataan hewan kurban.

Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Sekadau Salim mengatakan, mengenai data kurban saat ini belum dilakukan skala kabupaten. Namun, kata dia, pihaknya sudah melakukan pendataan dengan menyurati seluruh masjid dan surau yang ada di Kabupaten Sekadau.

“Dengan adanya pendataan ini tentunya kami mencoba menginventarisir masjid mana yang jumlah kurbannya banyak dan masjid atau surau mana yang tidak melakukan kurban sama sekali,” ujarnya.

Dikatakan dia, hal ini baru pertama kali dilaksanakan. Sehingga, nantinya dengan adanya data tersebut bisa memberikan solusi agar seluruh masjid yang ada di kabupaten Sekadau bisa melakukan kurban.

“Kedepan kami akan melakukan rapat bersama pengurus masjid sheingga permasalahan tersebut bisa diatasi. Minimal ada satu atau dua ekor sapi yang dikurbankan. Jika belum mampu bisa dilakukan arisan,” jelasnya.

Salim mengatakan, pihaknya akan bekerjasama dengan beberapa pihak seperti dewan masjid indonesia (DMI) agar mendapatkan data baru mengenai berapa banyak hewan kurban dan berapa masjid yang melaksanakan kurban. “Dengan begitu sasarannya pada masyarakat kurang mampu bisa mendapatkan daging kurban,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Sekadau Muhammad Hasby mengakui adanya kekurangan dalam melakukan kurban. Terlebih, kondisi ekonomi saat ini yang terbilang sulit dan harga sapi yang semakin mahal.

Untuk itu, kata dia, disarankan untuk menggunakan sistem arisan agar tidak memberatkan warga. Apalagi, dengan sistem arisan pembayarannya dilakukan secara angsur.

“Harapannya, kedepan semangat masyarakat untuk berkurban semakin meningkat. Sebab, dengan berkurban bisa membantu sesama yang membutuhkan,” kata dia.

Apalagi, kata Hasby, pelaksanaan kurban adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah. Selain itu, ada semangat spiritual dan juga sosial untuk itu warga yang mampu bisa melaksanakan kurban. “Warga yang mampu silahkan bisa menyumbang ke masjid yang sedikit untuk membantu mereka yang membutuhkan,” tandasnya.(mus)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *