Pelabuhan Kijing Strategis Perdagangan Dunia

Pelabuhan Transit hingga Pendistribusi

Post Kota Pontianak-Mempawah. Direktur Komersial dan Pengembangan Perusahan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II, Saptono Rahayu Irianto menilai, Pelabuhan Kijing punya posisi penting sebagai pelabuhan transit, pengumpul, dan pendistribusi. Jika itu terealisasi, akan banyak kegiatan turunan yang menguntungkan bagi masyarakat.

Foto : Istimewa“Contohnya kalau kargo banyak, maka perlu angkutan. Truk perlu banyak. Jika banyak armada, maka supir dan pembantu supir juga harus banyak. Dengan demikian ekonomi kita menjadi tumbuh. Jika ekonomi tumbuh, insya Allah kesejahteraan masyarakat pun bisa menjadi lebih baik,” jelasnya.

Saptono juga memuji kedalaman laut di Kijing. Dengan kondisi seperti itu, ia menyebut pengerukan tidak perlu dilakukan. Jika pun perlu, hanya pada spot-spot tertentu. Dia lantas membandingkan dengan kondisi pelabuhan di Pontianak, di mana pengerukan dilakukan setiap tahun dengan menghabiskan biaya 50-60 miliar rupiah pertahunnya.

Kalau ini (Kijing) free maintenance. Dan diharapkan di sini bisa dibangun suatu terminal dermaga dengan panjang sekitar 1.000 meter yang terdiri atas kargo-kargo CPO, kontainer, dan multi purpose. Ini yang kita sebut sebagai fasilitas offshore. Adapun fasilitas onshore terkait dengan perizinan. Jadi ini kuncinya adalah lahan yang ada di sini,” ucapnya.

Saptono mengatakan pembangunan offshore tidak bisa dilakukan sekaligus, namun bertahap. Tahap pertama dan tahap kedua. Mudah-mudahan apabila permasalahan pembebasan lahan sudah turun dari pemerintah pusat, maka melalui mekanisme perundang-undangan akan dilakukan pembebasan lahan oleh Pelindo. Ini adalah pemantapan pada tahun 2015-2016 terhadap studi rencana induk pelabuhan. Mini masterplan,” sebutnya.(leo/din/pkp)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *