PDRB Landak Dari Sektor Pertanian,Kehutanan dan Perikanan Mencapai 35,13 % 

( Perlombaan penggunaan teknologi pertanian pada hari Krida Pertanian ke 45 di Kabupaten Landak./dan ) 

POSTKOTAPONTIANAK.COM

(NGABANG )-Bupati Kabupaten Landak, Karolin Margret Natasa, Senin, (14/8/2017), pada hari Krida Pertanian ke 45, di Kabupaten Landak mengatakan,  Pertanian merupakan sektor penggerak utama (prime mover) pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Landak, menurut data BPS, 2016 sumbangan sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan terhadap PDRB di Kabupaten Landak, sebesar 35,13%. Kabupaten Landak merupakan penyumbang produksi padi terbesar ke-2 Provinsi Kalimantan Barat dengan 199.430 ton setelah Kabupaten Sambas dengan produksi 281.916 ton, disusul oleh Kabupaten Sanggau ditempat ke-3 dengan 182.838 ton (ASEM, 2016).

Peningkatan luas areal panen di Kabupaten Landak pada tahun 2016 seluas 17.627 Ha adalah ke-2 setelah Kabupaten Sanggau dengan 28.841 Ha, dengan  didukung oleh program percetakan lahan sawah baru di wilayah Kabupaten Landak dengan Jargon “MENANAM PADI DI LAHAN CETAK SAWAH, TAMBAH REZEKI HIDUP BERTUAH”. Hal ini tentunya merupakan potensi dan peluang peningkatan produksi padi, apalagi didukung dengan penerapan teknologi tepat guna sehingga swasembada pangan berkelanjutan di Kabupaten Landak bisa terwujud. Permasalahan kemiskinan di Kabupaten Landak juga sangat terkait dengan sektor pertanian. Dalam kaitan itu, sektor pertanian berperan sangat strategis dalam pengentasan penduduk miskin di wilayah pedesaan karena sebagian besar penduduk miskin di wilayah pedesaan bergantung pada sektor pertanian. Dengan kata lain, sektor pertanian merupakan sektor yang sangat strategis untuk dijadikan sebagai instrumen dalam pengentasan penduduk miskin di Kabupaten Landak. Kemajuan sektor pertanian akan memberikan kontribusi besar dalam penurunan jumlah penduduk miskin di wilayah pedesaan. Intervensi Pemerintah Kabupaten Landak untuk mendorong pertumbuhan sektor pertanian dalam rangka mengurangi kemiskinan dapat dilihat dari sisi anggaran sektor pertanian (rutin dan pembangunan) yang cenderung meningkat.

Jika dilihat postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Pemerintah Kabupaten Landak untuk sektor pertanian pada Tahun 2017 melalui Dinas Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan yaitu sebesar Rp. 22.428.537.500,-. Anggaran tersebut langsung menyentuh ke Desa-Desa, dimana penggunaannya untuk penyediaan alat dan mesin pertanian, pembangunan sarana dan prasarana air, pembangunan jalan usaha tani, pembangunan lantai jemur, pengadaan bibit ternak maupun tanaman, itu semua merupakan komitmen Pemerintah Kabupaten Landak dalam pembangunan pertanian di Kabupaten Landak. Sehingga saya berpesan, apa yang telah kita bangun dan berikan untuk dijaga, dan pelihara, serta dipergunakan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan petani. Menurut rilis data BPS 2017, jumlah penduduk miskin Kabupaten Landak tahun 2016 sebesar 44.550 jiwa atau 12,32 persen, mengalami penurunan dibandingkan tahun 2015 yang tercatat sebesar 48.460 jiwa atau 13,51 persen.

Pemerintah Daerah Kabupaten Landak juga mendorong Pengembangan kelembagaan ekonomi berbasis masyarakat di Desa-desa dengan keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan ditingkat petani melalui Koperasi tani. Hal tersebut merupakan strategi untuk penciptaan lapangan kerja,

pertumbuhan ekonomi dan sebagai alat perjuangan gerakan ekonomi kaum tani dalam mencapai kesejahteraan yang berdasarkan atas keadilan, partisipatif dan kemandirian.

Bupati Karolin menyampaikan beberapa hal penting yaitu,

marilah kita bersama merubah mindset (cara berfikir) petani kita dalam mengolah lahan pertanian yaitu dengan cara bekerja dengan penuh semangat tinggi, bercocok tanam secara tradisional menjadi lebih modern, serta harus bisa menerima setiap perubahan ke arah yang lebih baik.

Semua pihak agar berperan dan mendorong terciptanya embrio pasar rakyat/tradisional sebagai tempat interaksi antara petani produsen dan konsumen di setiap Desa, setiap Kecamatan, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah. Menurut data yang dirilis oleh BPS, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Landak tahun 2016 adalah sebesar 5,28%, lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,02% dan rata-rata Provinsi sebesar 5,22%. Sehingga ke depan, pertumbuhan ekonomi ini harus bisa kita pertahankan dan tingkatkan.

 Kepada insan pertanian di Kabupaten Landak untuk terus meningkatkan kualitas hasil pertanian kita, salah satunya dengan Pertanian Organik (Organic farming). Pertanian organik tidak hanya menghasilkan produk yang sehat saja, melainkan sistem pertanian ini juga mampu mempertahankan sumber daya tanah, air dan udara agar dapat mendukung sistem pertanian dalam waktu yang tidak terbatas, karena itu sistem pertanian organik tidak bisa lepas dari aspek konservasi sehingga tujuan akhir berupa pertanian yang berkelanjutan akan terwujud. Saya juga berpesan kepada seluruh penyelenggara dan pelaku pembangunan pertanian di Kabupaten Landak untuk terus meningkatkan wawasan dan pengetahuan agar terus menjadi Sumber Daya Manusia Pertanian yang Inovatif dan Kreatif.

Selanjutnya dalam memaknai Hari Krida Pertanian, saya menghimbau agar seluruh pemangku kepentingan pembangunan pertanian, secara aktif berperan serta menyemarakkan peringatan Hari Krida Pertanian ini dengan berbagai kegiatan nyata yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Marilah kita senantiasa berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa, semoga segala Iangkah dan upaya kita dalam mewujudkan peningkatan komitmen untuk melindungi dan memberdayakan petani selalu mendapat rahmat dan ridho-Nya. Amin. Selamat Hari Krida Pertanian Ke-45. (dan)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *