PCNU Pontianak Gelar Halal Bi Halal dan Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan

PONTIANAK ! POSTKOTAPONTIANAK.COM – Bertempat di lapangan futsal Dhony Khatulistiwa kecamatan Pontianak Utara, halal bihalal Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) kota Pontianak berlangsung hikmat dan lancar. Acara yang digelar pada Sabtu malam (06/08/2016) tersebut dihadiri  sekitar seribu warga Nahdiyyin se kota Pontianak.

Drs. H. Ahmad Faruki selaku ketua Tanfidz PCNU kota Pontianak saat di temui di sela-sela acara mengatakan bahwa acara halal bihalal kali ini di rangkai dengan pelantikan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se kota Pontianak serta pelantikan lembaga-lembaga dibawah naungan PCNU kota Pontianak.” Untuk menindak lanjuti Memorandum Of Understanding (MOU) antara  PBNU dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan RI maka acara halal bihalal ini juga dirangkai dengan sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan Kalbar untuk memberikan penyuluhan betapa pentingnya perlindungan untuk warga Nahdiyyin kota Pontianak dan Kalbar pada umumnya,” jelas mantan anggota DPRD Mempawah tersebut

Pada acara tersebut turut hadir beberapa tokoh Masyarakat, pejabat pemerintahan dan partai antara lain Muhammad fauzi, S.Sos selaku ketua Ikatan Keluarga Besar Madura (IKBM ) kota Pontianak, Alpian Aminardi, SH, M. Hum selaku anggota DPRD  dan ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kota Pontianak, Ust. Ahmad Bustomi, S. Fil. I, M. PdI ketua Forum Komunikasi Diniyah Taklimiyah (FKDT) kota Pontianak serta beberapa tokoh masyarakat lainnya.

Yahya Mutamakkin, salah seorang ulama dari Semarang Jawa tengah sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Darut Tauhid yang sengaja diundang panitia halal bihalal PCNU kota Pontianak dalam taushiyahnya mengatakan agar pengurus NU benar-benar mentauladani ulama- ulama pendahulu yang telah berjuang dengan ikhlas untuk NU,” mari sejenak kita membaca kembali kitab “Arrisalah Ahlus Sunnah Wal Jamaah” yang di tulis oleh Hadrotussyaich Hasyim Asy`Ary pendiri NU dan pendiri Pondok Pesantren Tebu ireng Jombang agar kita mendapat barokahnya dan menteladaninya, “ Ujar kia kharismatik tersebut memulai taushiyahnya

Lebih lanjut Kiai muda tersebut mengatakan bahwa sekarang ini banyak orang yang memepertanyakan tentang “Islam Nusantara”  yang telah di cetuskan oleh PBNU dalam Muktamar NU beberapa waktu yang lalu.” Islam Nusantara adalah Islam Ahlussunnah Waljamaah titik, jika ada kiai atau pengurus NU yang berpendapat sedikit berbeda itu adalah pendapat pribadi bukan peryataan resmi NU, jadi harap dibedakan antara pendapat pribadi dan pernyataan resmi,” tegas kiai Yahya

Acara yang berlangsung hikmat tersebut diakhiri dengan pembacaan doa oleh habib Fahmi Almuthohar dan dilanjutkan dengan bersalam-salam serta foto bersama./ fzi/ abe PKP

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *