Pasien “ASKES” Kesal Puskesmas Tebas Tolak Pelayanan

TEBAS ! POSTKOTAPONTIANAK.COM-Pagi, 2 Oktober 2015, Bujang Sulaem.SH bermaksud mengobati giginya di Bujang Sulaem, SHpuskesmas Tebas, karena sudah tidak tahan lagi oleh denyutan pada gusinya yang membengkak.

Setelah mengambil nomor antrian dan mendapatkan nomor urut tiga, tak lama kemudian giliran nomor antriannya dipanggil, Bujang pun bermaksud memeriksakan giginya pada poly gigi. Namun belum lagi disentuh pipinya yang bengkak petugas puskesmas bertanya mau berobat pakai apa, segera Bujang memperlihatkan kartu Askes miliknya.

Petugas medis itupun mengatakan, bahwa kartu Askes bapak (Sulaem) tidak berlaku disini, sebab ini kartu luar kecamatan, kalau masih mau berobat bayar pak atau minta dulu surat rujukan dari puskesmas Subah, mendengar itu spontan darah saya naik dan gigi saya makin kuat berdenyut karena menahan emosi, tidak ingin terjadi apa-apa khawatir tak bisa mengendalikan emosi saya pun pulang, tutur Bujang Sulaem SH mantan Ketua Panwaslu Kabupaten Sambas ini mengutip perkataan petugas Puskesmas tersebut.

“ Saya sudah sebelas tahun memegang kartu Askes ini dan tidak pernah digunakan, saya pikir kartu Askes ini bisa digunakan dimana saja, Kecamatan Subah itu jauh dari Tebas bagaimana harus mengambil rujukan disana, apa tidak ada kebijakan di Negara ini, ucap sengit Bujang pada “PostKotaPontianak.Com” dengan nada rasa kesal.

Joni Jufri Skm Kepala Puskesmas Tebas ketika di konfirmasi via hand phone mengatakan sedang rapat di Diskes Sambas, masih melalui telepon selulernya, Joni membenarkan bahwa pemakaian Askes luar kecamatan tidak berlaku di puskesmas kami kecuali bersifat emergency melalui penanganan di UGD terlebih dahulu atau dengan menggunakan surat rujukan dari puskesmas asal Askes tersebut dibuat. Namun Joni memberikan kebijakan agar saudara Bujang Sulaem SH kembali datang ke Puskesmasnya, nanti petugas di puskesmas saya beri tahu untuk melayaninya, ucap Joni.

Bujang Sulaem Sudah Terlanjur Kesal

Ketika dikonfirmasi ulang kepada Bujang Sulaem, SH, agar kembali ke puskesmas, dengan tegas menolak ajakan yang dianjurkan Kepala Puskesmas, saya sudah sakit hati saya kesal dengan aturan pemerintah, sama sekali mengesampingkan asas hak dan kewajiban warga negara untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dimanapun berada, kalau demikian kita jangan sampai sakit di negeri orang apalagi kalau dari Kalbar ke Papua, tak laku Askes kita, saya harap pemerintah lebih bijak dalam membuat aturan, jangan hanya untuk kepentingan sepihak, sementara kepentingan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat berbelat belit urusannya, pungkasnya kesal.(Luk)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *